Sering kali, aku terbangun di tengah malam. Tiba tiba kau hadir dalam malam malam sepiku. Menarik kembali memori yang berusaha untuk ku hilangkan dalam bayang bayang semu.
Kadang pula, aku terjaga hingga larut. Hanya karena memikirkan cerita cerita lama, romansa romansa tua, soal aku dan kamu.
Iya, aku dan kamu adalah cerita panjang yang tak pernah kehilangan daya tariknya untuk di ingat.
Membawa senyuman rindu pada tiap halusinasi. Namun tak jarang membawa luka dan pilu, saat aku menyadari, kisah kita hanya sampai disitu. Iya, disitu. Lalu berhenti. Entah aku yang berhenti berharap, atau aku yang berhenti menginginkanmu, atau kau yang sengaja keluar dari cerita ini.
Melupakan sebuah cerita tentang aku dan kamu tak pernah mudah untuk di lalui. Ada tangis di tiap sudut malam ku, ada tetesan air mata yang mulai mengering di pagi ku, ada cinta yang tak pernah sampai dan hinggap.
Kau, dan segala luka yang berhubungan
Kau, dan segala biru pada kisah ini
Kau, dan segala harapan semu
Kau, dan segala doaku untuk kisah ini
Kau, dan segala cinta yang pernah terlihat nyata, namun nyatanya palsu. Nyatanya bukan hanya aku yang menjadi buaian manis dari katamu, bukan hanya aku yang menerima lembut sikapmu.
Nyatanya, melupakan segala kisah kita yang telah berjalan begitu lama bukanlah perkara mudah untuk ku lalui.
Kau, dan segala cintaku untukmu.
Mungkin, suatu hari nanti aku akan tertawa, pada cerita bodoh yang telah terjadi.
Namun sadarlah sayangku, butuh banyak air mata untuk melupakanmu
Butuh puluhan malam untuk akhirnya tertidur tanpa memikirkanmu
Butuh ratusan putaran lagu hanya untuk menghilangkan rindu yang bersekat
Butuh ribuan kata yang tertulis hanya untuk akhirnya berani berjalan, dan meninggalkanmu dibelakang.


0 comments:
Post a Comment