Kita semua tau, bahwa cinta memiliki fase-fasenya sendiri yang sebenarnya akan selalu terulang (setidaknya kurang lebih) kepada setiap orang yang akan melewati hidupya dalam kisah kita.
Kamu pun begitu, dengan segala cerita di belakangmu, cerita di belakangku, patah hati yang pernah terjadi, kita berdua adalah dua insan yang sedang mencoba merakit cerita. Mencoba menyusun dan berjalan beriringan, berharap bahwa kali ini pas. Seperti mencoba mencari sepatu terbaik untuk prom, atau mencari sepatu terbaik untuk acara spesial, ya kita berdua layaknya dua manusia yang sama-sama masih mencari.
Aku, dengan segala keraguan yang ada pada diriku, dengan segala hal tidak pasti yang paling aku takutkan, dengan segala patah hati yang membuat hidupku tak layak lagi untuk diperjuangkan, dan segala sedih bertubi-tubi yang mengantarkan aku hingga hari ini.
Kamu, dengan segala ceritamu di belakang yang masih kau genggam erat sebagai sebuah pelajaran, kamu yang masih mencari diri diantara belantara ambisi dan prestasi manusia lainnya, kamu yang masih mencoba menjadi dirimu diantara semua para pemimpi yang ganas.
Bukankah kita memang adalah manusia yang sedang bertumbuh dan berkembang?
Kita tak bisa menolak perubahan dan perkembangan yang harus kita jalani. Kamu dan aku adalah dua orang yang sama-sama masih mau menjadi lebih baik untuk diri sendiri terlebih dahulu, masih memiliki ego masing-masing.
Dan inilah fase 1 kita, dengan versi yang lebih dewasa.
Kalau ini adalah aku 2 tahun yang lalu, mungkin aku akan menyebut ini adalah fase PDKT. Dimana aku dan kamu akan mencoba menampilkan sisi menarik, mencoba mengenal satu sama lain, mencoba membuat cute impression, dan lain sebagainya.
Namun kini, melihat itu semua membutku menyadari bahwa saat ini begitu banyak pertimbangan dan pemikiran yang diperlukan untuk membuat sebuah keputusan.
Aku menginginkanmu ada di hidupku, namun rasanya pernyataan itu tidak semudah itu untuk diucapkan.
Kini fase pertama dalam sebuah hubungan percintaan sudah semakin rumit dengan bertambahnya usia.
Well, tapi aku yakin denganmu.
Maka aku harap kamu juga memiliki keyakinan yang sama.
0 comments:
Post a Comment