Bagaimana mendefinisakan kita?
lagi-lagi aku kembali pada kalimat tanya itu. Walaupun kini aku harus kembali menelan mentah-mentah kenyataan pahit kalau kita memang hanya teman.
Berkali-kali aku meyakinkan diriku sendiri, tidak apa-apa begini saja, nanti juga akan lupa.
Namun bisakah aku melupakan perasaan yang aku punya kepadamu setelah segala hal yang terjadi diantara kita berdua, masih bisakah aku mengikuti kemauan mu untuk tetap menjadi teman saja?
Aku tidak mau melupakanmu. Aku tidak mau melewati kisah kita begitu saja.Tapi aku tau, kamu tidak akan pernah bisa menerimaku sebagai lebih dari sekedar teman saja. Maka kini biarkanlah aku meminta sang waktu memberiku sedikit kelonggaran, biarkan aku menjaganya dari dekat, walau aku tidak bisa menjaga hatinya untukku, setidaknya aku bisa menjaga hatiku agar tidak perlu mencintainya lebih dalam. Cukup sampai disini.
Kita sebenarnya memiliki berbagai macam pilihan dan cara untuk mendefinisikan hubungan ini. Tapi kita bukanlah teman saja, tak bisakah kamu sadari itu? Bahwa kita sudah terlalu jauh dari sekedar teman saja?
Ah, tapi mungkin itu memang aku saja yang berpendapat begitu. Mungkin aku saja yang memang terlampau banyak berharap, memiliki ekspektasi yang terlampau jauh akan hubungan ini tanpa pernah benar-benar menyadari apa yang menjadi intensimu yang sebenarnya kepadaku.
Kepadamu, intuisiku tak pernah salah. Hanya saja terkadang aku tidak mau mengakui bahwa memang kita hanya sebatas teman saja.
Seperti katamu, kita teman saja. Agar kita tidak saling menyakiti, agar tidak perlu ada perpisahan, agar semua baik-baik saja.
Walau ku akui, beribu pikiran ku menyerbu dengan berbagai perasaan yang terlibat.
Bagaimana kalau aku ada untukmu tapi kau tidak bisa ada untukku seperti aku membutuhkanmu?
Bagaimana kalau aku malah menunggumu?
Bagaimana kalau kamu tidak tetap menjadi temanku karena kamu menemukan sosok yang lain?
Bagaimana kalau ini berakhir buruk?
Bagaimana kalau aku tetap menginginkan lebih?
Bagaimana jika aku tidak sanggup hanya menjadi temanmu saja?
Bagaimana kalau ini berakhir buruk?
Bagaimana kalau aku tetap menginginkan lebih?
Bagaimana jika aku tidak sanggup hanya menjadi temanmu saja?
Ah, aku pusing.
Tidak tau kita ini apa.
Jadi aku mengikutimu saja, mencoba percaya bahwa kita memang hanya sebatas teman saja.
Berusaha menenggelamkan perasaan-perasaan lainnya.
karena setidaknya aku tidak perlu kehilanganmu.
Betul kan?
Aku tidak bisa kehilanganmu.
Kalau memang harus menjadi teman saja untuk tidak kehilanganmu, maka aku mau mencobanya.
0 comments:
Post a Comment