Monday, November 5, 2012

Close #7

Sahabatku bertanya, "nggak cemburu Andri sama Eli kasai itu?" bohong jika Aku bilang tidak. Aku sangat sangat sangat cemburu. Hmmmm. Tapi apa boleh buat? Aku hanya bisa diam, menahan cemburu. Berusaha tersenyum.
Bohong jika aku bilang aku tidak cemburu.
Bohong jika aku bilang aku tak peduli
Bohong jika aku bilang aku tak sakit hati.
Aku cemburu,
Aku peduli, karena pedulinya, malah membuatku sakit hati.
Aku ingin berteriak,melampiaskan semua kekesalan, semua resah hati, semua rasa sakit ini. Namun aku tak bisa. Bagaimana aku bisa berteriak? Kau bukan siapa siapa ku. Itu hak mu untuk menyukai nya. Jadi aku hanya bisa diam, berusaha menekan semua cemburu. Tak tau sampai kapan.

Kau tau? Hatiku bagaikan di pelintir dengan tajam setiap kau menyebut nama nya, "Eli" atau "kasai" selamat ya,kamu sudah jatuh cinta. Aku berharap kau sekali saja menyebut nama ku, bukan namanya. Namun itu mungkin hanya akan jadi mimpi belaka. Hatimu sudah memilih. Namun  kenapa aku belum? Kapan? Begitu banyak pilihan di sekitar ku. Namun mengapa Aku hanya tetap disini. Mengunci diri di dalam hatimu. Kini aku meraba raba, mencari kunci. Agar aku bisa keluar dari hatimu. Aku ingin mencoba. Namun kenapa rasanya susah sekali? Mengapa rasanya aku begitu yakin suatu saat kau akan masuk hatiku juga? Bodoh sekali diriku. Bermimpi dengan sesuatu yang belum pasti. Bermimpi dengan sesuatu yang buram,tak jelas,abstrak. Seperti cintaku pada mu.
Cinta,bawalah aku keluar dari hatinya. Bawalah aku kepada cinta yang patut ku perjuangkan.
Namun pada kenyataannya.................

Bohong jika aku bilang aku ikhlas untuk melupakanmu.
Bohong jika Aku bilang Aku rela melepaskanmu untuknya
Bohong jika aku bilang aku bahagia kau bahagia dengannya
Melupakanmu seperti melupakan tanggal lahir ku sendiri. Melepaskanmu seperti memberikan satu kakiku untuk orang lain. Melihatmu bahagia dengannya? Aku tak akan bilang aku bisa bahagia juga. Kau tak tau bagaimana rasanya Melihatmu bahagia dengan dirinya. Bukan aku. Itu seperti burung yang bahagia jika Ia tersengat listrik. Bisakah kamu merasakan? Aku tak meminta apapun. Aku tak berharap lebih untuk saat ini. Aku hanya ingin kau menyadari dengan sendirinya perasaanku. Bukan aku yang bilang, tapi kau yang memahami. Kau tak tau betapa banyak Luka di hatiku karenamu. Namun aku tak akan pernah menyalahkanmu atas luka di hatiku. Aku akan menerimanya dengan lapang dada. Walau dengan perih yang teramat dalam.

Kau kebahagiaan ku yang tersembunyi.
Kau luka ku seberat godam palu.
Kau perasaanku sedalam lubang California.
Kau hitam ku sepekat langit malam.
Kau cintaku yang tak pernah usai

0 comments:

Post a Comment

 
P.s this is what I've been Thinking... Blogger Template by Ipietoon Blogger Template