Sunday, February 2, 2014

Unfair

Perasaan ini. Aku benci perasaan yang timbul tenggelam ini. Ini absurd. Terkadang aku yakin aku telah walk away, Moving on. Namun di suatu waktu saat kau tiba tiba muncul. Semua keyakinan ku tentang berhasil move on itu lenyap dalam sekejap. It's unfair to be truth.
Itu hanya foto, itu hanya video, itu hanya sesuatu yang serpihan kecil. Namun mengapa begitu menusuk? Aku benci dirimu yang membuat ku begini. Aku membemci mu yang entah mengapa susah kulupakan. Susah ku lewati dengan mudah. Namun aku juga membenci diriku sendiri. Aku membenci mendapati diriku yang merindukanmu. Aku benci mendapati diriku yang terus bertahan dengan perasaan ini nyatanya. Ini sakit, namun mampu membuatku bertahan. Aku membenci diriku yang menghabiskan air mata hanya untuk seseorang yang bahkan tak peduli padaku. Aku benci mendapati diriku yang terus terusan memikirkanmu bahkan kau tak pernah sedikit saja memikirkanku. It's useless to loving someone like you. Terkadang aku tau, semua sakit, lara, air mata, pilu dan sesak ini sudah cukup menyiksaku sampai disini saja. Namun ini perihal perasaanku. Sekuat apapun niat, doa, atau bahkan usaha keras. Itu semua tak akan mampu jika memang takdir telah memilihmu untuk tetap disini, di hatiku. Aku ingin mengusirmu, membuang mu bagai sampah tak berguna dari hatiku. Namun kau menempel bagai perangko yang rekat. Ini hanya menyisakan sakit dan sesak untukku. Kau hanya kenangan kecil, namun aku mencintaimu. Tuhan, berapa lama lagi aku harus menanggung ini? aku tau terkadang aku bahagia dengan rasa ini. Namun kini aku lelah merasakan sakit hati yang tak kunjung padam. Aku berusaha mencari titik terang bahagia ku lagi, namun yang ku temui hanya gelap gulita. Tolong aku tuhan, aku lelah menghadapi ini. Maafkan aku karena mengeluh atas berkahmu. Namun apakah ini berkah jika ini menyakiti ku? Apa pesan di balik semua ini tuhan? Aku tak tau maksud rencanamu. Aku merasa ini tak adil lagi untukku.

Percayalah, merindukan seseorang yang bahkan tak mengerti duniamu itu tak berguna. Mencintai seseorang yang bahkan tak peduli padamu itu hanya membuang waktumu. Namun bodohnya, aku rela membuang waktu ku demi mencintaimu. Inilah cinta bukan? Tetap mencintai tak tau sampai kapan. Cinta membuatmu bodoh. Cinta terkadang tak adil.

Mungkin nyatanya aku hanya belajar tanpamu, namun rasa itu hanya diam disitu dan menunggu untuk di akui, bahwa aku masih mencintainya.

0 comments:

Post a Comment

 
P.s this is what I've been Thinking... Blogger Template by Ipietoon Blogger Template