Namun perubahan itu pasti
Kau dengan sikapmu
Aku dengan pendirianku
Kau dengan amarahmu
Aku dengan egoisku
Aku hanya tak ingin ada yang berubah di antara kita
Namun lalu waktu merubah segalanya
Kau dengan kesibukanmu
Aku dengan duniaku
Kita tak pernah menyempatkan sedikit waktu untuk mengerti satu sama lain lagi
Tak perlu kata kata puitis untuk mengungkapkannya.
Kita memang sudah berubah.
Siapa yang mampu menahan perubahan? Kita juga bukan jenis orang kolot yang terus berpaku pada sesuatu yang lama. Aku dan kamu sama sama menyerah pada perubahan. Tak ada pula yang mencoba membetulkannya. Renggang jurang kita semakin lebar seiringnya waktu. Lalu tiba tiba kau menghilang begitu saja. Apakah salahku jika aku juga pergi meninggalkan jalan kita? Kau juga begitu saja meninggalkanku. Kau kira kau bisa menggantungku sesuka hatimu? Lalu di saat aku telah menemukan jalan yang lain, kau dengan mudahnya kembali lalu memberikan semua amarahmu kepadaku tanpa pernah mau mendengar apa yang seharusnya ku katakan. Maaf pun tak akan sanggup menggoyahkan egois mu. Lalu aku mencoba pergi, membawa rasa bersalah. Kita melanjutkan jalan hidup kita masing masing. Namun sepertinya takdir memang belum mau memisahkan kita. Pertemuan demi pertemuan. Hari demi hari, aku sadar. Aku bukannya masih mencintaimu, aku hanya ingin membuatmu mengerti mengapa dulu aku meninggalkanmu. Aku hanya ingin menebus rasa bersalahku. Setidaknya terimakasih pernah mengisi hidupku dengan warna yang berbeda dan tak akan ku lupakan. Semoga hidupmu selalu bahagia.
0 comments:
Post a Comment