Yang aku tahu, kamu lelaki bernomor punggung 5. Walau peluh bersimbah di badan mu, kau tetap mempesona di mataku. Hingga akhirnya aku memberanikan diri untuk meng-invite pin blackberry mu. Dan kamu tak tau betapa senangnya aku saat itu.
Namun dengan berlalu nya waktu, aku sadar. Kita berbeda. Kau dengan keyakinanmu, aku dengan keyakinanku. Seharusnya aku tak boleh jatuh hati kepadamu. Seharusnya memang kita hanya berteman saja. Namun hati yang memilih bukan? Bukan aku.
Mendengar mu menyanyikan lagu Coldplay membuatku tersenyum sendiri. Kau selalu punya caramu sendiri untuk membuatku jatuh hati. Mungkin saat ini cukup hanya dengan melihatmu saja Nomor punggung 5. Saat ini cukup untukku.

0 comments:
Post a Comment