Mencintainya seperti embun pagi yang terus hadir di tiap pagi
Mencintainya seperti payung yang melindungi saat hujan
Mencintainya seperti angin yang tak terlihat namun terasa
Aku menyayanginya
Menyayanginya seperti musik yang menenangkan
Menyayanginya seperti pelangi yang memberi warna
Menyayanginya bagai kasih yang tak akan pernah pudar
Aku merindukannya
Merindukannya seperti hujan menanti pelangi
Merindukannya seperti malam yang menanti pagi
Merindukannya seperti ombak di lautan yang selalu kembali
Dan kini hati ku sudah berkata
Aku mencintainya
Aku menyayanginya
Aku merindukannya
Kalau hati telah berkata, aku bisa apa?
Kalau hati telah yakin akan cinta, mengapa harus mengelak?
Kalau hati sudah menetapkan, mengapa harus membantah?
Kalau hati bilang cinta, mengapa mulut mendua?
Tak bisa kah hanya mengakuinya?
Tak bisa kah hanya menurutinya?
Tak bisa kah berkata jujur saja?
Cinta harusnya tak serumit itu
Hanya terkadang, pikiran lah yang membuat mulut mendua
Membuat hati bimbang akan rasa yang hadir
Rasakanlah perasaan itu
Mengapa cinta harus dibuat rumit?

0 comments:
Post a Comment