Saturday, July 11, 2015

Duka lara luka



Judulnya terlihat sangat menyedihkan ya? 
Ya, karena memang begitu adanya. Hari ini begitu mengajarkan aku banyak hal. Mungkin aku akan bercerita tentang pagiku hingga malamku. 
Pagi pagi aku sudah di bangunkan mama untuk ke rumah sakit. Aku memiliki kelainan penyakit kulit keturunan. Yang aku tau, aku kerumah sakit untuk pengecekan dan pengobatan tahap awal di rumah sakit. Yang tak kusangka, hari ini rumah sakit mengambil tindakan bedah kecil di kulit kaki ku itu. Awalnya aku biasa saja, walaupun sedikit takut. Seumur hidup aku tak pernah berurusan dengan alat alat bedah ataupun hal hal seperti itu di rumah sakit. Memasuki ruang IGD, aku mulai ketakutan. 

Karena ruang IGD terdiri dari beberapa bilik, aku melihat beberapa kejadian yang membuat nyaliku makin menciut. Lalu para perawat mulai mendatangiku. Aku makin merasa terpojok dengan banyaknya perawat yang masuk, hingga aku marah. Buat apa pula mereka masuk ke bilik ku kalau hanya ingin tahu? Kepo sekali. Entah mengapa hari itu rasanya aku sensi sekali. Lalu kaki ku mulai di suntik bius. Rasanya sakit, ya karena selama ini aku tak pernah menjalani apa apa yang membuatku bertemu dengan alat alat seperti itu. Lalu dokterku mulai mengeluarkan alat bedah. Disitu aku mulai menangis. Kenapa dia tidak bilang kalau alatnya sebesar itu?! Aku mulai meracau. Aku di bius dua kali karena aku masih merasakan sakit. Sudah di bius dua kali pun aku tetap tak berani. Akhirnya aku menunda bedah kulit tersebut. Aku pulang kerumah dengan kaki yang masih sakit. Seharian kerjaanku hanya menangis. Yang aku sendiri tak paham menangis karena apa. 

Menjelang siang, aku mendapat Line dari mantan ku. Dia menanyakan pembagian kelas tahun ajaran baru. Dan jujur, percakapan ku dengannya membawa sedikit tawa di soreku

Lalu berapa menit kemudian aku kembali menangis. Hingga bosan rasanya tanganku menyeka air mata di pipi. Namun satu hal yang aku tau,
Hari ini memang harinya duka lara dan luka untukku. Duka, karena aku sadar betapa sedikitnya orang yang dapat menemaniku disaat sepiku. Betapa jauhnya orang orang yang kukira selama ini berada di dekatku. Luka, karena hari ini aku terluka. Terluka di kaki, pun terluka di hati menyadari betapa ada duka lebar disana. Lara, menyadari hari ini begitu kelabu. Saat menulis ini di blog pun, air mata masih sempat mengalir. 

Aku masih belum tau, apa yang sedang tuhan rencanakan atas kejadian hari ini. Aku juga belum menemukan jawaban atas kegalauanku beberapa hari terakhir. Namun aku tau, suatu saat tuhan akan memberi tahu aku, tuhan akan menjawab doa doa dari gelisahku. 
Ya, seperti quotes di awal. Aku akan melakukan bagianku, semampu ku. Sisanya, biar tuhan yang menjawab kegelisahan juga ketakutanku. 

0 comments:

Post a Comment

 
P.s this is what I've been Thinking... Blogger Template by Ipietoon Blogger Template