Aku gak pernah mengharapkan sendiri, saat semua bersama
Aku tak pernah mau menginginkan sepi
Hingga kau mengenalkanku akan sepi dan analoginya
Hingga kau membuatku berteman dengan sepi
Denganmu, aku mengenal bahagia
Denganmu, aku mengenal tawa
Denganmu, aku mengenal cinta
Dan denganmu, aku berani mencintai lagi
Tapi denganmu, aku mengenal luka
Juga denganmu, aku bercumbu dengan memori
Denganmu, aku mengecup perih tak terkira
Denganmu, aku mengheningkan segala cita rasa
Hingga pada akhirnya kau meninggalkanku
Di ujung sepi dan di ujung bertahanku
Kini aku memikirkan kembali, bukankah aku pernah mengenal tawa?
Tapi mengapa yang tersisa hanya tangis.
Dahulu aku berpelukan dengan bahagia, hingga aku menghancurkannya karena pelukan yang terlalu erat
Kini ku sadari,
Yang tersisa hanya sepiku
Sepiku tanpamu
Sepiku dengan luka dan rindu
Tanpamu

0 comments:
Post a Comment