Aku hancur
Aku sakit hati
Aku menangis
Menyalahkanmu yang begitu tega pergi meninggalkanku.
Lalu aku mulai menyadari, aku ini siapa dibanding dirinya? Yang tiap hari kau temui. Yang tiap hari berbagi canda tawa bersamamu.
Namun lagi lagi, aku terlalu sakit hati untuk menerima.
Kau merobohkan benteng kekuatanku yang paling akhir hingga tak bersisa.
Bahkan aku sampai tak tau apa yang harus ku rasa.
Sakitnya terasa, berdenyut perih. Hingga menjalar pada tangisku. Hingga mengalir berdetak menghantui pikiranku.
Iya, kamu dengan nya bukan perkara mudah untuk ku lalui.
Harus berapa kali lagi aku kehilangan mu?
Harus berapa lama lagi aku menunggu mu?
Harus berapa kali lagi aku melihat mu bersama dengan yang lain?
Harus sampai kapan aku menanti?
Kau telah mematahkan hatiku. Hati yang telah rusak, hingga kau datang membawa bahagia.
Lalu kau juga yang merusaknya.
Tidak, aku tidak mau menyalahkan siapa siapa.
Aku hanya kecewa pada kenyataan
Aku hanya sedih pada takdir yang tak pernah mempersatukan rasa ku dengan rasa mu
Aku hanya marah, pada cinta yang terlalu kuat. Hingga aku kehilangan mu
Ya aku patah hati. Karena kau pergi meninggalkanku ditengah badai luka yang menyakitkan.
Ya aku sakit hati. Karena caramu meninggalkanku tanpa sedikitpun ucapan selamat tinggal yang pantas ku dapatkan
Ya hatiku hancur. Bahkan remuk tak bersisa hingga aku tak tau lagi bagaimana bisa sakit hati separah ini
Ya aku hilang. Hilang ditengah rasa yang kini telah pergi. Hilang ditengah gemuruh kesedihan yang melingkupiku.
Pergilah, biar sakit hati ini terasa menusukku dan menikamku. Biar aku rasa sendiri
Menjauhlah, agar aku dapat melupakanmu
Tidak, aku tidak bisa mengatakan aku bahagia kau dengannya. Aku tidak semunafik itu.
Yang aku mau kau bahagia bersamaku.
Namun lagi lagi, siapa aku?
Biarlah patah hati ini menjadi cerita kelabu di bulan desember 2015 ini

0 comments:
Post a Comment