Tuesday, April 26, 2016

Bertemu

24 april 2016

Tadi aku bertemu dengannya, sekilas, dan melihat senyum setengahnya. 
Rasanya sakit melihatnya kini, apalagi aku sadar, ada perempuan lain di sebelahnya.
Akupun hanya mampu berucap "hai" dengan kupaksakan sedikit senyum.
Oh, betapa aku ingin bisa menyapanya seperti dulu, betapa aku ingin bisa berbicara dengannya seperti dahulu, tanpa ada rasa lebih, tanpa ada tekanan, tanpa ada sakit hati yang menggelayut.
Tatapan matanya, mengapa rasanya aneh? 
Oh tuhan, aku memang merindukannya. Merindukan dia yang tak patut untuk ku rindukan, merindukan orang yang sudah lagi lagi jatuh ke pelukan perempuan lain. Sampai kapan tuhan permainan ini? 
Bagaimana akhirnya nanti? Aku penasaran. 
Apa aku dan dia memang di takdirkan berjalan sendiri sendiri di kehidupan ini? 
Apa aku dan dia hanya akan selalu bertemu pada persimpangan persimpangan saja?
3 kali aku merelakannya pergi tuhan, cukup buat ini yang terakhir aku kehilangannya dari genggamku. 
Aku masih mencintainya hingga detik ini, tapi aku sadar, ada yang berubah dari aku. Kini aku sadar, mencintainya ya cukup begini saja, cukup dengan keikhlasan hati yang lebar dan tabah. Biar perih lebam luka hati ini ku sembuhkan dengan berjalannya waktu, atau dengan orang baru.

Jika ia bisa bahagia bersama perempuan lain, kenapa aku tak bisa mencari bahagia ku pada laki laki lain? 
Aku pun mampu. Bantu aku tuhan

0 comments:

Post a Comment

 
P.s this is what I've been Thinking... Blogger Template by Ipietoon Blogger Template