Sejujurnya, menulis kata-kata di blog ini lebih sulit saat aku sedang bahagia.Saat sedang bahagia, menulis apapun rasanya jadi terlalu gamblang. Terlalu jelas, tidak ada sendu yang menjadi bumbu dalam sebuah cerita atau tulisan. So here i am, trying to maintain my words, and trying to arrange this word into some magic writing here. I am Trying. trust me.
Kita.
Aku mau berbicara soal kita, aku dan kamu.
Kamu pernah menyebutkan "ikatan" yang kita miliki. Namun kamu tak pernah menyebutkan ikatan itu apa. Kamu menyebut kita itu apa?
Kamu memperkenalkan aku pada teman-teman mu sebagai apa?
Kerap kali aku di berundung 1001 pertanyaan mengenai itu. Kita sesuatu yang jelas namun belum pasti adanya. Kita jelas bersama, menunjukkan kepada dunia bahwa aku punya kamu, kamu punya aku. Tapi tak pernah ada yang tau -Bahkan kita sendiri- kita ini apa.
Sahabatkah?
Temankah?
Gebetankah?
atau, Pacar?
Ya, ini memang abad ke-21. Tidak perlu menunjukkan pada orang lain status yang kita miliki. Namun ada ruang kosong yang memaksaku untuk terus mencari jawaban atas hubungan rasa yang kita bagi. Aku takut bergantung pada ketidakpastian kita terlalu lama. Aku terlalu mencintaimu, hingga takut akan kehilangan dirimu di suatu jeda waktu yang aku tak tau.
Aku selalu berkata sejak awal, aku berharap kita selamanya.
Selamanya? berat ya kata itu. Ada beban tersendiri mengatakannya.
Namun aku sudah seyakin itu kepadamu.
Karena aku percaya padamu sebesar itu.
Maka disini, ku tanyakan lagi.
Kita ini apa dan?
Aku tidak akan pernah memaksamu untuk menjawab, jika itu membuatmu tak nyaman dan malah pergi menjauh.
Aku juga tidak akan menuntutmu memberikan kepastian yang ku harapkan.
Karena yang terpenting buatku, hadirmu di hidupku adalah sudah lebih dari sekedar cukup untukku
:)
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment