Wednesday, October 2, 2019

Pada akhirnya

Aku mengerti,
jika pada akhirnya pulangmu kembali padanya
Kembalilah padanya, jika disana bahagiamu
Walau mengertiku bukan berarti ikhlasku

Selama ini kau mungkin tak pernah sadar
betapa besar amarah yang sebenarnya aku coba atur
curahan hati yang aku lepaskan pada bait-bait doa
curahan keluhan yang aku lepaskan pada puisi-puisi

Kau bilang kau paham,
kau mau berhenti menyakitiku
namun sayang, kau hanya mengatakan itu namun tak pernah benar-benar berhenti
Bahwa membahagiakannya adalah prioritasmu

Pada akhirnya aku mungkin memang seharusnya sadar
bahwasanya jika aku bukan lagi prioritasmu, atau  sosok yang kau hadirkan di harimu
Maka selesaikanlah saja
Biarkan kisah kita berhenti disini, tidak berlanjut dan berkepanjangan

Aku sudah muak menghitung segala kebodohanku
aku sudah muak menghitung segala sebutan orang-orang untukku
Pada keberadaanmu di hidupku,
pun keberadaanku di hidupmu.

Jika memang kisah kita harus berakhir,
walau itu menyakitiku,
aku tetap lebih rela segalanya berakhir
karena paling tidak aku bukan nomor kesekianmu lagi

Kau tak perlu berpura-pura peduli dan mencariku
tak perlu lagi kau memiliki perasaan bertanggung jawab setelah mendiamkanku berhari-hari
cukuplah kita bertahan sejauh ini saja,
dibandingkan saling menyakiti satu sama lain

Pada akhirnya,
aku memilih mengakhiri
sesuatu yang rasanya pun tidak tau kapan di mulainya
Terima kasih februari hingga september nya

0 comments:

Post a Comment

 
P.s this is what I've been Thinking... Blogger Template by Ipietoon Blogger Template