Hatiku tenang, saat mengetahui, bahwa kamu menyadari keberadaanku
Hatiku bahagia, saat menyadari bahwa kamu menganggap aku ada
Hatiku tentram, saat aku tau kamu melihatku
Hatiku senang, saat aku sadar aku berada di hidupmu
setidaknya kini aku tau.
Kini sudah 10 tahun, aku mengenalmu. Tentu 10 tahun bukanlah waktu yang sebentar. Dulu aku selalu berfikir aku tidak ada, aku tidak pernah kau anggap. Namun nyatanya kini aku sadar, aku dianggap. Setidaknya aku ada.
Berkali-kali berusaha menampik bayangmu, berusaha mengusir perasaan yang terus bertanya-tanya tentangmu, berusaha tidak memperdulikan pikiranku sendiri saat itu mengarah padamu. Namun ndri, ternyata susah ya.
Mengenalmu begitu lama, walaupun dengan segala jarak dan super minimnya pertemuan, tidak pula membuat perasaan ini mati begitu saja. Tidak jarang saat diamku menjadi sebuah bayangmu, saat memikirkan orang yang paling aku inginkan, lalu kamulah yang muncul.
Berkali-kali pula kukatakan pada diriku sendiri,
"Ini harus berhenti disini. Mau sampai kapan seperti ini?"
Namun tidak pula aku lekas berhenti. Walau sudah bukan tanda tanya, namun buatku bagaikan koma, bukan pula titik yang berhenti.
Dear Andri,
10 tahun mengenalmu, dan hari ini aku sadar, setidaknya aku kau anggap ada. Kamu lucu ya, membuat highlight story di Instagram dengan emot terharu berkaca-kaca, dengan destinasi-destinasi wisatamu yang kau kunjungi beberapa waktu lalu. Aku juga merindukan liburan, dan kamu.
Aku bahagia saat aku sadar, kamu memasukkan ku kedalam close-friend list mu. Berusaha menampik rasa bahagia yang muncul karena hal sepele itu pun rasanya sia-sia. Segala hal yang berhubungan denganmu rasanya memang mudah sekali mempengaruhiku. Selalu ada kamu di bagian-bagian hidupku.
Oh, ngomong-ngomong, 16 hari lagi ulangtahunmu ya?
Ah, kamu yang bertambah usia, aku yang tidak sabar...
0 comments:
Post a Comment