Menjelang Oktober 2025, duka itu kembali menyelinap
Menyapa perlahan-lahan seakan 11 bulan terakhir aku berhasil melewatinya
Duka itu kembali untuk meminta pengakuan
Kembali menngingatkanku akan hari paling buruk yang pernah terjadi
Duka itu datang, saat aku kira aku tidak akan mendengarnya
Dukanya tidak pernah selesai, hari itu hanya pemula
Dukanya akan selalu ada, menyelinap membuatku terjaga
Bahwa aku akan selalu ingat, hari berduka itu
Apa kabar kamu di atas sana?
Semoga surga memelukmu dengan hangat ya
Rasanya berat, melihat betapa banyak yang berubah sejak kepergianmu
Banyak dingin dan tangis yang tertinggal, tidak ada lagi tawa menggelegar yang kau buat
Kadang, aku merasa semua orang lupa
Aku juga berduka, masih berduka setelah kau pergi
Dengan segala amarahku waktu itu, bukan berarti aku tidak berduka
Aku juga masih berduka hingga hari ini
Rasanya tidak adil, hanya mereka yang boleh berduka
Seakan-akan salah jika aku berduka dengan caraku
Seakan-akan aku bukan orang yang pernah ada di hidupmu juga
Padahal, dukanya tidak pernah selesai
Hingga nanti, saat semuanya terasa baik-baik saja
Aku akan kembali, berdamai dengan duka ini
0 comments:
Post a Comment