Kenapa rasanya susah banget buat mengakui kalau aku sayang sama Andri? Ini udah detik detik terakhir aku bisa ketemu dia. Apalagi yang aku tunggu? Harusnya aku udah punya keberanian setelah 3 tahun nunggu. Tapi kenapa Aku masih selalu takut untuk mengatakan? Aku tau aku takut jika dia nggak akan pernah bisa menerima perasaanku. Walaupun seringkali aku bilang sama diriku, aku ingin mengakui semua perasaan ku terhadap Andri karena aku cuma pengen dia bisa tau aja. Tapi setelah itu? Aku takut aku ingin lebih.
Terlalu banyak kebodohan yang aku lakukan. Salah satunya, beli buku tentang Big bang (boyband kesukaan Andri) dan sekarang buku itu tergeletak kaya seonggok daging busuk yang mau di buang tapi sayang. Rasanya ingin membuat semuanya lebih mudah. Tapi aku bisa apa?
Aku kadang bertanya, apa aku yang membodohi diriku sendiri dengan pemikiran pemikiran kolot? Tapi nyatanya itu benar. Andri nggak pernah memberi respon. Sinyal? Jangan harap dia kaya TV indovision yang lancar terus.
Aku sadar aku bodoh. Dalam 7 tahun belakangan hanya bisa ngestuck mencintai 2 orang. Dan dua duanya pada akhirnya bertepuk sebelah tangan. Rasanya pahit banget kehidupan cintaku. Rasanya aku ingin teriak. Apalagi yang kurang sama aku? Kenapa cowo itu terlalu banyak pertimbangan untuk hatiku? Apa aku dan hatiku tak cukup? Aku harus gimana kalau cuma ini yang aku punya? Namun aku sadar. Mungkin aku emang belum ketemu cowok yang cocok. Belum ketemu dengan orang yang benar benar mencintaiku tanpa menuntut. Yang mencintai aku dengan sepenuhnya dia. Mungkin suatu hari akan ada malaikat baik yang membawanya kepadaku:)
Sunday, April 28, 2013
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment