Sunday, April 28, 2013

Dear Andriana Pratama Putra

Sudah berapa banyak surat surat tersembunyi yang kutulis dengan untaian kata sepenuh hati untukmu? Aku tak ingat. Terlalu banyak hingga aku sendiri lupa. Tiga tahun kita mungkin tinggal dalam hitungan Minggu akan menghilang dibalik senja yang menggoreskan tinta luka untukku. Bolehkah kali ini aku mengungkapkan semuanya? 
Aku lelah terus bersembunyi di belakang punggung mu. Aku ingin mengakuinya. Namun rasanya lidah ku sudah terpotong mati. Kenapa aku begitu takut kehilangan seseorang yang bahkan tidak menganggap ku ada. Kenapa aku harus mencintaimu sebesar ini? Ingin kah kau tau? Aku terluka dengan segala nya. Namun aku selalu mencoba bertahan di tengah badai. Pernahkah aku sekali saja melintas di benak mu Ndri? Pernahkah kamu menyadari perasaanku? Mungkin jika orang tau, mereka akan bilang aku adalah orang yang sudah berasumsi tanpa tau kebenarannya. Tapi aku bisa apa Ndri? Tiga tahun memang bukan waktu yang lama. Namun 3 tahun adalah waktu yang sangat cukup untuk saling mengenal. Kenapa kamu tidak pernah menyempatkan sedikit waktumu untuk mengenal ku? Apakah diriku benar benar tidak ada artinya di mata mu? Lalu kenapa tatapan tatapan mu selalu membuatku yakin pada perasaanku? Atau hanya aku saja yang buta untuk melihat kenyataan pahit di hadapan ku.
Ndri, aku bukan perancang kata yang bagus. Namun dengan segenap hatiku dan dunia ku. Aku mencintaimu. Dengan seluruh perasaanku.  
Andriana Pratama Putra, aku ingin kamu mengerti dengan semua cintaku 3 tahun ini. 
Mungkin memang takdir ku harus menyimpan semua perasaan ini Ndri. Mungkin memang takdir ku hanya bisa mencintaimu sebatas ini. Rasanya berat setiap mengingat detik detik berharga yang kulalui bersama mu. Mungkin aku hanya burung kecil yang mengintip dunia dari balik dahan pohon. Namun aku menyimpan perasaan yang tak akan pernah bisa kamu ukur Ndri. 
Bila memang sang waktu berbaik hati untuk memutar waktunya. Aku ingin selalu memilih waktu saat kamu menatapku tanpa arti. Saat pembicaraan sepotong kita. Dan saat saat kau bisa menyadari kehadiran ku. Itu waktu waktu berharga untukku seberapapun buruknya sikap mu.
Suatu hari nanti, kalau kamu sudah baca ini Ndri, kalau kamu tau semua ini. Bila nanti kita bertemu lagi. Tolong ingatkan aku akan kado spesial dariku. 
Aku berharap kamu akan bahagia kelak Ndri. Denganku, atau tanpa ku itu tidak masalah untukku. Melihatmu bahagia sudah cukup. Aku bahagia bisa melihat senyum mu dan tawa mu 3 tahun ini. Aku bersyukur akan itu. Sangat bersyukur. Karena kamu adalah salah satu Anugrah yang datang di hidupku. Kamu kebahagiaan tersembunyi ku. Aku berharap yang terbaik untuk hidup mu Ndri.
Mungkin di suatu waktu, dan di tempat berbeda, aku akan bisa menemukan orang yang bisa memberikan senyum dan bahagia untukku. Namun aku juga akan tetap mengingat kamu. Karena kamu kebahagiaan ku juga. 
Doakan aku Ndri, agar bisa belajar tanpa mu. Bisa melepaskan dirimu dengan ikhlas. Aku mencintaimu begitu dalam. Aku berharap aku bisa bangkit dan menyimpan mu di bagian lain di hatiku. Aku tidak akan melupakanmu,karena hatiku menolak. Jadi aku hanya akan memindahkan mu ke bagian hatiku yang lain. 
Makasih Ndri buat waktu waktu yang nggak sama sama kita sadari telah melaju dengan cepat. Banyak perubahan terjadi. Namun rasa cinta itu terus ada. Aku berharap kita sama sama menemukan hidup yang lebih baik:) 






Yang selalu mencintaimu,



0 comments:

Post a Comment

 
P.s this is what I've been Thinking... Blogger Template by Ipietoon Blogger Template