pernah dengar omongan orang soal "Kehilangan selera untuk mencintai". Waktu pertama kali mendengarnya rasanya tak mungkin. Namun ternyata kini aku merasakannya.
Perasaan lelah, bosan dan muak terhadap yang namanya C I N T A
ya, rasanya sudah lelah berurusan dengan lika liku cinta yang tak ada habisnya, lelah dengan perasaan perasaan tak terbalas yang mengecewakan. Bosan terhadap kisah cinta yang begini begini saja, bosan dengan problema yang sama. Muak, karena pada akhirnya rasa lelah dan bosan itu mencapai titik jenuhnya. Muak, karena akhirnya menyadari bahwa cinta tak selamanya indah, cinta tak selamanya sesuai dengan ekspektasi kita yang terkadang terlalu banyak berangan angan.
Hingga pada detik ini akhirnya aku sadar, kisah cinta yang mulus mulus saja itu tak ada, dan andaikan kita sudah sampai pada titik bahagia kita pada cinta, pastilah banyak perjuangan yang telah terlalui. lalu aku pada titik ini bertanya pada diriku sendiri, "sudahkah aku melalui perjuangan cintaku sendiri?" "sudahkah cukup perjuangan ku untuk mendapatkan yang aku inginkan?"
lalu aku mulai lelah mempertanyakan semua itu. lalu pada akhirnya aku menyerah pada kata cinta. ya i know i'm hopeless.
Tau rasanya kehilangan selera untuk mencintai?
lucu dulu aku merasa itu tak akan pernah terjadi, Karena setiap manusia pasti merasakan cinta. tapi terkadang kita berfikir tentang sesuatu tanpa pernah memikirkan apa yang akan terjadi di depan kita.
Kini aku paham maksud kalimat itu. Rasanya? kaya makan gado gado tanpa bumbu kacang. Hambar. serat, Kosong, Hampa. iya, kita tetap bahagia dengan berbagai hal lainnya, namun semacam mati rasa terhadap perasaan cinta atau apapun yang berhubungan dengan itu. semacam tidak ada debaran jantung lagi saat bertemu dengannya, Tidak ada kupu kupu di perutmu saat kau melihat senyumnya, tidak ada jeritan bahagia saat bisa berbicara dengannya, Tidak ada lagi perasaan perasaan menyenangkan seperti itu lagi. Kini yang ada hanya senyum biasa yang tak terasa bermakna untuk di perjuangkan. bahkan rasanya kupu kupu yang suka berlonjakan di perutku pun sudah lama mati.
Tidak, ini tidak sama rasanya dengan sakit akan patah hati. Bahkan patah hati pun tetap memiliki rasa sakit yang menikam. kali ini rasanya seoerti tak ada rasa apapun yang dapat dirasa. tak ada nyeri atau sesak di hati, tak ada tangisan, tak ada apapun yang terasa. seperti sudah terlalu ikhlas pada kenyataan cinta yang tak diharapkan.
Dan kini rasanya seperti aku tidak mencari apa apa dalam cinta. seperti berdiam diri dibawah satu satunya lampu yang menyala pada kegelapan. Mencoba bertahan di tengah kebutaan.
mau mencoba untuk mencintai lagi pun sepertinya sudah tak mampu, bukan perkara mudah untuk bisa mencintai seseorang. dan bukan hal yang mudah pula untuk melalui semua masalah cinta. jatuh cinta, memperjuangkan cinta, bertahan dalam cinta, melupakan cinta kita, mencoba melangkah melewati cinta, itu semua bukan soal yang mudah untuk dilalui begitu saja, butuh waktu yang tidak sebentar dan butuh kesungguhan hati yang tulus. entah karena aku sudah paham akan berbagai masalah cinta yang ada, atau karena aku hanya muak pada patah hati yang selalu terjadi padaku, namun rasanya sekarang menemukan orang yang bisa aku cintai pun tak terasa mudah.
The thing i didn't know before, now i totally understand how worse it is.
0 comments:
Post a Comment