Wednesday, February 1, 2017

Lampu dari atas Angkasa



Jakarta, 6 Januari 2017. 21:54
Terbang, bersama hamparan sang kerlip lampu di kota Jakarta
Kerlipan yang makin luas ku lihat di angkasa
Makin mengecil hingga hanya gelap yang tersisa
Tadi ramai, kini sepi.

Diatas, jauh dari pusat sang keramaian
Aku jauh dari peradaban
Melaju dengan kencang bersama dinginnya suhu malam
Tak terlihat lagi lampu dibawah

Jauh membuatku sadar
Betapa aku sangat sendirian diantara kerlipan lampu dibawah sana
Melihat lampu yang benderang hingga padam menyadarkanku
Itulah kehidupan kita



Hidup kita hanyalah kefanaan seperti sang lampu
Menyala, ramai dan terang benderang
Namun ia tidak pernah tau kapan daya nya akan hilang dan mati
Kehidupan secepat itu, sayang

Jauh diatas pula mengingatkanku
Kita hanya butiran kecil yang tak terlihat dari luasnya semesta
Hanya manusia kecil yang berusaha untuk berpijar dan terlihat
Mencoba meninggalkan jejak berwarna di pijakan jagat raya

Oh tuhan, aku sungguh kecil tiada duanya di hamparan luas ini
Terbang diatas angkasa, bersama bongkahan besi bertitelkan pesawat
Manusia hanya sekecil lampu yang berkerlip dibawah
Yang lambat laun hanya akan padam dan sirna dengan menjauhnya sang waktu

0 comments:

Post a Comment

 
P.s this is what I've been Thinking... Blogger Template by Ipietoon Blogger Template