Jakarta, 6 Januari
2017. 21:54
Terbang, bersama hamparan sang kerlip lampu di kota Jakarta
Kerlipan yang makin luas ku lihat di angkasa
Makin mengecil hingga hanya gelap yang tersisa
Tadi ramai, kini sepi.
Diatas, jauh dari pusat sang keramaian
Aku jauh dari peradaban
Melaju dengan kencang bersama dinginnya suhu malam
Tak terlihat lagi lampu dibawah
Jauh membuatku sadar
Betapa aku sangat sendirian diantara kerlipan lampu dibawah
sana
Melihat lampu yang benderang hingga padam menyadarkanku
Itulah kehidupan kita
Hidup kita hanyalah kefanaan seperti sang lampu
Menyala, ramai dan terang benderang
Namun ia tidak pernah tau kapan daya nya akan hilang dan
mati
Kehidupan secepat itu, sayang
Jauh diatas pula mengingatkanku
Kita hanya butiran kecil yang tak terlihat dari luasnya
semesta
Hanya manusia kecil yang berusaha untuk berpijar dan
terlihat
Mencoba meninggalkan jejak berwarna di pijakan jagat raya
Oh tuhan, aku sungguh kecil tiada duanya di hamparan luas
ini
Terbang diatas angkasa, bersama bongkahan besi bertitelkan
pesawat
Manusia hanya sekecil lampu yang berkerlip dibawah
Yang lambat laun hanya akan padam dan sirna dengan
menjauhnya sang waktu
0 comments:
Post a Comment