Wednesday, March 22, 2017

mengikhlaskan dan memaafkan

tuhan aku lelah.
aku lelah pura-pura tertawa padahal ada lubang yang menganga besar di hatiku. aku lelah mencoba mengabaikan sakit yang selalu menderaku. aku bukannya mudah menyerah, tapi aku tidak sanggup selamanya pura-pura bahagia.
selama ini selalu ada seseorang yang disampingku. menemaniku. kini saat semua itu hilang, saat aku sendirian, aku mulai mempertanyakan kehadiran semua orang. dimana mereka saat aku benar-benar sendiri?
Aku lelah bertahan sendirian.
aku lelah mencoba memaafkan.
aku lelah mencoba mengikhlaskan.

aku masih sangat merindukan keramaian yang selalu membelengguku. aku rindu tertawa bersama teman-teman dekatku.
aku masih belum bisa memaafkan orang-orang yang pernah menyakitiku. karena aku merasa bukan bagianku untuk memaafkan sebesar itu.
aku lelah mencoba mengikhlaskan, pada satu hal yang selalu menghantuiku.
tuhan, bagaimana jika kini menulis pun rasanya aku tidak memiliki daya?

aku butuh semangatku lagi.
aku butuh orang-orang yang mampu memberi senyum tulus ke bibir ini
aku lelah memalsukan tawa dan senyum

maaf jika aku banyak mengeluh
maaf jika aku tidak bersyukur diantara nikmatmu
maaf jika aku terlalu banyak meminta
maaf

tapi aku hanya lelah
sangat lelah
hingga rasanya aku ingin kabur ke timbuktu.
atau ke ujung dunia yang lain
hingga aku memang benar-benar sendiri
bukan sendiri yang ditinggalkan
tuhan aku lelah

kuatkan aku dengan segala daya yang tersisa di raga ini
berilah aku kekuatan untuk mengikhlaskan dan memaafkan
pada mereka yang meninggalkanku sendiri
pada mereka yang menyakitiku

0 comments:

Post a Comment

 
P.s this is what I've been Thinking... Blogger Template by Ipietoon Blogger Template