Ingatkah apa yang pernah kau janjikan untuk setia sehidup
semati disampingku?
Ingatkah malam saat kau berjanji untuk ada di tawa dan
tangisku?
Ingatkah kau dengan tatapan yang kau berikan padaku hingga
membuatku luluh?
Aku kira kau amnesia
Pada pagi buta yang kudoakan
Untuk selalu sejuk dan memberi rasa dingin yang merangkul
kalbu
Pada malam pekat yang membuatku terjaga
Dengan berbagi cerita yang kita bagi diatas segala hal yang
pernah terlewati
Kau sang pemberi warna
Yang menyimpan bermiliaran kamuflase memori dalam segenggam
jarimu
Aku menaruh setitik harapanku
Aku menaruh senoda tinta pada lapukan kertas
Lalu ini kah yang pantas aku genggam kini?
Sisa abu dan karang yang gosong terkena sinar mentari
Aku melihat segalanya
Bukan hanya berkedip didepannya
Aku yang bersamamu meraih segala cita dan mimpi untuk
kebahagiaan kelak
Yang kita dambakan sebagai kata sekarang
Tapi kini aku tak mengenal lagi kata sekarang
Kau melesat bak cahaya meninggalkan ku yang masih meraih
kini
Kau kecupkan abu pada mataku
Hingga aku buta, tak menyadari seberapa besar api yang telah
kau nyalakan
Kau meninggalkanku dengan sepucuk salju di penghujung
kemarau
Kau memberiku ketidakmungkinan
Kepada lelaki yang pergi,
Semoga kebahagiaan selalu bersamamu
Aku tetap akan mendoakanmu
Hingga habis asa dalam hati ini untuk merelakanmu
0 comments:
Post a Comment