Tuesday, April 4, 2017

Kilasan mimpi yang berkiasan

Namanya aji. Kita punya kecintaan terhadap satu bidang yang sangat dekat. ia suka dengan fotografi dan kamera, aku suka dengan dunia kata juga tulis menulis. Sedekat itu, Sedekat itu kita. dahulu.
Dengannya, aku bisa percaya lagi dengan mimpiku. Kita memiliki masalah yang sama. Kepercayaan orang-orang adalah jaminan keberhasilan kita. Karya adalah hasil pembuktian yang akan selalu kita kejar. Aku dengan tulisanku, dia dengan foto-foto ajaibnya.

Lalu disitu ada hati dan rasa.
Aku dan dia tau apa hai, rasa, dan frasa setara lainnya. Dia memberikan warna pada foto-fotonya dengan cinta. Aku menulis menggunakan hatiku untuk memberi nyawa pada tiap tulisan yang kubuat.
Kita tau persis apa rasanya menggunakan rasa dan hati pada hal yang kita cintai

Lalu jika rasa itu berubah menjadi sesuatu yang berwujud, aku yang tak mampu menghadapinya.
mungkin awalnya hanya sekilas. Namun aku bukannya tidak bisa merasa dengan apa yang ia berikan. Aku tau persis apa yang sedang ia coba untuk katakan. Tidak sesulit itu membacanya.

Namun hatiku bukan lautan dangkal dengan air jernih diatasnya. aku tidak semudah itu. Jika aku lautan maka aku adalah laut hitam dengan ombak selatan dan angin antartika. Aku adalah lautan yang sulit dilewati dan dihadapi. Bahkan hampir tidak ada yang mau melewatiku.
Aku tersanjung dengan keberaniannya.
namun hati tetaplah hati yang tak bisa memaksakan. Rasa bukanlah sesuatu yang dapat muncul secepat itu. Denganku apalagi. Dapat mencintai seseorang adalah sebuah kemewahan untukku.
Dengan dia, aku dapat bebas menceritakan isi pikiranku yang rumit. Dengannya, aku dapat menceritakan mimpi-mimpi yang bahkan mungkin tak berani kuserukan lantang-lantang.
Ia pembangkit mimpiku. Ia yang menyadarkanku sejauh mana aku sudah berjuang untuk mimpi-mimpiku.

Lalu jika cinta datang di saat yang tidak tepat bagaimana?

Kini semua sudah terlambat. Kubiarkan ia lepas. Tidak, aku baik-baik saja melihatnya pergi.
Walau tersisa sedikit mimpi dan harapan
walau masih ada sebait tulisan yang belum selesai
walau masih ada kata yang belum tersampaikan

biarkan saja semuanya disitu. Aku tidak perlu membahasnya berulang-ulang. cukup aku yang tau bagaimana rasanya ditinggal oleh seorang yang berharga. Cukup aku yang mengerti rasanya menyimpan kata maaf yang sulit tersampaikan.
Maka jika ia membaca ini,
"Ji, maaf ya. Iya aku sadar. Tapi maaf buat semuanya dan makasih sempat hadir menjadi seseorang yang mengingatkanku soal mimpi dan cita-cita yang pernah hampir hilang. Kamu satu-satunya orang yang pernah berbagi soal itu denganku"

Maaf, dan Terimakasih


0 comments:

Post a Comment

 
P.s this is what I've been Thinking... Blogger Template by Ipietoon Blogger Template