Wednesday, September 18, 2019

Morning Thought on September

Jakarta, 19 September 2019 


Dan lagi lagi, aku mulai merasakan perasaan yang dulu pernah datang. 
bukan, bukan perasaan baik atau bahagia, atau bahkan berbunga-bunga. Namun perasaan mati rasa dan segala hilangnya gemerlap rasa yang suka berkumpul di hati. Entah sejak kapan, aku merasakannya lagi. 2016 adalah tahunnya dimana aku merasakan perasaan ini, mati rasa kalau kata orang-orang. Kini, 3 tahun setelahnya, perasaan itu datang lagi. Dengan akibat yang berbeda, namun menghantam sama kerasnya. Tapi kini aku lebih kuat. Aku jauh lebih menyadari, bahwa jika memang ini fase-nya untuk mati rasa, maka biarkan saja ia disana hingga bosan. 
Lelah? oh tentu

Semua terasa seperti mati. Ada banyak bahagia akan cinta yang menghampiri, mencoba menggelitik rasa di hati, namun yasaudah, tidak ada yang terjadi. Hatiku layaknya sedang bergeming. Tak peduli akan apa yang terjadi, dan belum ada orang yang mampu menyembuhkan lukanya yang terlalu bertubi-tubi. 
Well anyway, putus, beda agama, ditinggal nikah dan diberi harapan palsu juga bukan runtutan ccerita yang mudah. Menyakitkan sekaligus membuatku tertawa akan ironisnya kisah percintaanku sendiri. 
Semakin usia bertambah, semakin aku menyadari, memang tidak mudah rasanya tidak memiliki seseorang yang selalu ada dan menjadi support system dan juga rumah untuk pulang. Namun buatku, itu bukan sumber kebahagiaan yang sepenuhnya. Kebahagiaan bisa datang dari mana saja, namun memang memiliki seseorang spesial yang bisa menjadi tempat bercerita dan berkeluh kesah adalah hal yang diinginkan. Pelengkap dan penyempurna akan kebahagiaan lain yang sudah hadir di hidupku saat ini. 

Aku selalu berfikir, bahwa hidup memiliki 3 aspek yaitu pendidikan, karir, dan cinta. Aku rasa, memang pada hal 'Cinta' aku selalu bermasalah, lol. 
Ada masa dimana aku merasa ketiga aspek tersebut ada di hidupku. Memiliki pendidikan yang bagus, karir yang oke, dan cinta pun ada melengkapi saat itu. Tapi mungkin memang tidak selamanya kita bisa mendapatkan ketiganya secara bersamaan. Aku mungkin belum dapat saja, dan belum menemukan the right one
Saat ini, saat sedang mati rasa, rasa-rasanya pun tidak mau memikirkan percintaan terlalu dalam. Takut pusing, dan makin menambah beban hidup yang sudah banyak. hahahah. Walaupun deep down i realized, kalau memiliki teman berbagi pun bahagia rasanya. 

Jadi, semoga tuhan mendengar doaku di akhir tahun ini. Yang kuminta hanya keseimbangan dalam hidupku. Ada 3 aspek tersebut yang paling tidak bisa berimbang. Apapun itu, aku bersyukur, karena tuhan sudah memberiku karir yang ku mau, dan pendidikan yang masih berlanjut. 

0 comments:

Post a Comment

 
P.s this is what I've been Thinking... Blogger Template by Ipietoon Blogger Template