Suatu saat nanti, aku akan menuliskan kisah kita hingga selesai sampai di akhir. Menyelesaikan segala kisah yang kita pernah mulai atau pernah kita singgung selama beberapa tahun terakhir ini.
Sejak 2010 mengenalmu, dan hingga kini 2020 sudah masuk, aku tidak pernah bisa benar-benar mengenalmu. Kamu adalah kedalaman yang tak pernah aku pahami jauhnya, takaran yang tak pernah bisa aku racik, dan kegelapan yang terkadang membuatku buta dan membutuhkan pegangan.
Aku berjanji pada diriku, suatu saat nanti, entah kapan, kamu akan kupecahkan selayaknya puzzle yang seharusnya diselesaikan. Bukan lagi tanda tanya, pun koma, namun titik. Suatu saat nanti akan tiba waktunya aku selesai pada cerita ini. Apapun hasilnya, apapun nanti ceritanya, aku bersyukur pernah mengenalmu, pernah ada kamu di hidupku.
Betapapun porak-porandanya hatiku setiap ada kamu didalamnya, kamu memberi warna pada hidupku. Jadi hari ini ku katakan, suatu saat nanti, aku akan menjadi berani. Berani untuk menyampaikan padamu, berani untuk jujur, tentang perasaanku selama ini. Walau mungkin nantinya tidak terbalas, walau pada akhirnya kita berdua mungkin memang memiliki jalan sendiri-sendiri, aku dan kamu, setidaknya ada dalam cerita hidupku. Kamu akan selalu ada dalam cerita perjalananku. Banyak hal tentangmu yang mengingatkanku akan banyak hal.
Dahulu, saat aku memutuskan untuk kembali ke jantung kota ini, ke ibukota negara, aku tau, hidupku dan hidupmu sudah kembali dekat, tidak lagi berbatas jarak pada antar provinsi. Aku tau, cepat atau lambat persimpangan antara aku dan kamu akan bertemu pula. Sejak 2018 memimpikanmu, aku sudah selalu mengharapkan pertemuan-pertemuan denganmu, ingin kembali berada dalam radarmu.
Dan kini, hampir dua tahun setelahnya, tuhan memberikanku cara.
Melalui pertemuan tak terduga di jalan, dan hingga akhirnya tuhan memberiku kesempatan untuk benar-benar bersamamu di satu waktu.
Denganmu, aku banyak berharap. Denganmu, aku mengimpikan banyak hal. Denganmu, aku merasa aku sudah mendapatkan jawaban akan angan-angan masa depan. Namun aku tau, aku sadar, semua tidak semudah itu. Maka kali ini aku menegaskan kepada diriku sendiri, suatu saat nanti, semua akan terjawab. Suatu saat nanti, kau bisa menjadi milikku jika tuhan mengizinkan.
Maka biarkan aku menuliskan harapku ini disini dahulu.
Agar harapku abadi, dan tuhan tau apa yang aku mau. Karena aku percaya, harapan dan keinginan yang paling baik adalah yang dekat dengan tanah dan didengar semesta. Aku percaya bahwa kamu adalah nama yang harus aku doakan selalu untuk masa depanku.
Sampai bertemu lagi di suatu saat nanti.
0 comments:
Post a Comment