Wednesday, June 17, 2020

Menjadi seorang 'Alpha Women'

"Kesibukan adalah cara terbaik untuk melupakan patah hati"

Mereka bilang, kembali sibuk adalah cara dan jalan terbaik untuk melupakan patah hati. Patah hati layaknya seperti makanan sehari-hari yang akan selalu aku dapatkan, harus aku hadapi mau tidak mau, suka tidak suka. 

Menjadi seorang wanita yang tangguh adalah impian hampir semua wanita. Akupun begitu. Menjadi seorang wanita yang cerdas, kuat, tidak mudah terkalahkan, dan tentunya mandiri. Menjadi seorang 'Alpha Women' mereka menyebutnya. Menyenangkan, karena setiap kali kita mencapai sesuatu hal baik, orang-orang akan percaya itu adalah usaha dan keringat diri sendiri. Setiap kali terjatuh pun, seringnya orang lain akan menilai bahwa kita akan mampu melewatinya. 

Menjadi seorang 'Alpha Women' rasanya menyenangkan. 

Namun belakangan ini ada beberapa hal yang mengingatkanku, bahwa aku masih membutuhkan seorang pasangan. Masih membutuhkan seseorang yang bisa menemani segala perjuangan dan petualangan hidup di depan. Tidak jarang kalau aku sering mendapatkan beberapa kalimat seperti; 

"Kirain udah ga butuh pacar ya La" 
"Elo tuh udah kaya orang ga butuh pacar tau" 
"Elo tuh kayanya tough banget gitu kan.."
"Gue tuh ngeliat elo tuh kaya, gak tergapai" 

Percayalah, kesannya keren, tapi nggak enak banget saat kalimat itu meluncur tertuju untuk kita. Apalagi dari orang yang kita taksir, dan dia merasa bahwa kita terlampau jauh untuk dia gapai karena kita terlalu 'keren'. 

Haha, kalau jiwa feminis sedang muncul, tentunya aku akan bilang "ah, itu emang dia aja yang lemah gamau usaha lebih" atau "Yaudah harga kita memang tinggi, ga semua orang bisa selevel" 

Whoaa, to be honest, that was more like defending my self from something truthful yet afraid to be heard. 

Sejak SMA, papa selalu mengingatkanku untuk menjadi wanita yang sutuhnya dalam arti sewajarnya akan menikah dan sesuai kodratnya sebagai wanita yang akan melahirkan dan membesarkan anak. Dulu, rasanya ketawa aja karena masih SMA diingetin hal seperti itu rasanya jauh sekali. Masih banyak waktu buat berkembang dan bertumbuh. 
Namun semakin bertambah usia, warning dari papa itu menjadi semakin serius dan kini aku sadar, mungkin papa melihat bahwa anak perempuan satu satunya ini menjadi seorang yang sangat mandiri dan terkesan tidak membutuhkan laki-laki. Mungkin papa takut, akan aku menjadi seorang wanita yang tidak tertarik untuk mempunyai hubungan dengan laki-laki dan tidak menikah nantinya. 

Kalau setelah patah hati? 
Oh jelas, rasanya muak sekali dengan laki-laki dan merasa tidak membutuhkan mereka. 

Namun lama kelamaan, aku sadar bahwa aku memang membutuhkan laki-laki dalam konteks seorang pasangan. 

Percayalah, aku ingin menikah juga. Kalau punya anak sih tidak tau, karena jujur masih takut, haha. 

Tapi menikah dan menghabiskan waktu hingga hari tua dengan seseorang yang spesial dan mau menerimamu apa adanya? well that's sounds romantic. Tentu saja aku mau. 

Di usia 20an ini, mencari laki-laki untuk bersanding bersamaku yang seorang Alpha Women ini rasanya semakin susah dan banyak kriterianya. Semakin banyak hal kecil yang awalnya tidak terasa penting kini menjadi sebuah boomerang untuk melanjutkan hubungan. Untuk menjalin hubungan, kini bukan lagi berdasarkan suka sama suka, atau cocok dan cocok. Ya, nyaman-suka-cocok memang tetap perlu, namun banyak hal lainnya yang menjadi sebuah major dalam membangun hubungan. 
Semakin terasa impossible untuk menemukan pasangan yang tepat atau the one, padahal banyak kenalan, banyak laki-laki disekitar, banyak kemungkinan menjalin hubungan juga. 

Menjadi seorang Alpha Women memaksa kita untuk memikirkan sebuah konteks dari sudut pandang dua sisi. Sebagai seorang perempuan dan seorang laki-laki. Dua pemikiran yang terkadang berbeda jauh, namun dimiliki dalam satu kepala Alpha Women. 

Menyenangkan? iya
Menantang? tentu
Susah? ada. 

Menjadi seorang Alpha Women dianggap kebanyakan orang bahwa kita bisa melakukan apapun, akan dikagumi banyak orang. 
Namun ada sekat tak terlihat yang terkadang tidak menerima seorang Alpha Women. 


Well, as adventurous as how it's sound, i still proud i am an Alpha Women

0 comments:

Post a Comment

 
P.s this is what I've been Thinking... Blogger Template by Ipietoon Blogger Template