Mau lari ke mana lagi, saat semua tempatmu berlindung tidak ada?
Saat berjalan, berlari, pergi, selalu ada rumah aman dan nyaman yang menanti, rasanya tenang. Namun saat rumah pun bukan lagi tujuan pulang, aku bisa apa? Saat tempat mengaduku kini bukan lagi tempat aman dan nyaman, saat ceritaku kini tak lagi dipandang utuh, aku harus apa?
Saat satu persatu beban yang menimpa seolah tak mau pergi, semua harus selesai secepatnya. Dituntut, dipaksa, namun tak ada tangan yang membantu satupun. Saat teriakku tak lagi di dengar, aku harus apa lagi?
Lelah
Lelah sekali rasanya
Saat rumah teraman dan ternyamanku tak lagi percaya bahwa aku juga perlu bantuan. Tidak lelah kah mempertanyakan semua yang aku pilih dalam hidupku? Tidak lelah kah memberiku batas minimum tanpa pernah memberikan apresiasi yang patutnya aku dapat 25 tahun ini?
Lelah
bukan lagi pengakuan yang aku cari, cukup terima kasih.
Namun nyatanya berterima kasih pada diri sendiri jauh lebih mudah memang. Jadi,
Terima kasih diri sudah bertahan
Terima kasih diri tidak menyerah
Terima kasih diri untuk tetap berprasangka baik pada dunia
Aku tau ini susah, karena semua tempat larimu hilang. Aku tau kamu butuh bersandar, sebentar saja. Ke mana mau berlari? Semua hilang, semua pergi.
Hanya kamu dan dirimu saja. Jadi berpeganglah kuat-kuat ya, kamu hanya punya dirimu seorang.
0 comments:
Post a Comment