Dear Arul,
aku nggak tau harus mulai dari mana. mengingatmu adalah menenggelamkanku di dalam khayalan dan luka ku sendiri. mengingatmu mengingatkanku pada Khayalanku. khayalan yang mendorongku ke dalam jurang luka. mungkin aku terlalu banyak bermimpi tanpa melihat sudah seberapa jauh aku terbang. aku tau ada yang salah dengan kita. aku dan kamu.
aku mencintaimu. kau menyayangiku. namun ternyata menyayangiku belum jadi jaminan untuk kau mencintaiku.
aku selalu ingin kita bersama lagi. kembali seperti dulu. namun itu terlalu berat untuk ku gapai. aku terlalu sakit untuk bangkit lagi. aku harus mengobati luka ku terlebih dahulu jika ingin bangkit. namun setelah aku bangkit, kau berbeda. ada yang berbeda dari kita.
ada apa? aku selalu bertanya.aku merindukanmu, selalu. aku rindu tawa kita, senyum dalam diam mu, muka jenaka mu, gurauanmu. aku rindu semua. namun semua sudah tak bisa di ulang. kini yang ku lihat hanya dingin di wajahmu. sorot tak peduli di matamu. aku terluka lagi. dan ternyata lebih menyakitkan jatuh di dorong orang dirimu, daripada aku terjatuh karena khayalanku.
mengingatmu seperti mengecap kopi. pahit. namun ada manis di baliknya. kau kenangan manis ku yang sampai kapanpun tak akan pernah berubah. selamanya akan tetap seperti itu. kau mengajariku banyak hal tanpa kau ketahui. kesabaran, senyum walaupun sakit, tahan tangis, dan lain lain. yang paling besar adalah, kau mengajarkanku, mencintai dalam diam. terimakasih untuk semuanya. namamu selalu hadir dalam setiap terimakasih ku pada allah. karena telah menghadirkanmu disini. walau kita tak bisa bersama.
mengingatmu adalah mengoyak kembali luka lama. kini jika aku ditanya, apakah aku sudah melupakanmu? aku tak akan jawab.aku mungkin terkadang pura pura tak peduli. mungkin aku pura pura tak peduli, karena aku tak ingin mengingat luka ku sendiri.namun di balik semua ini. kau tetap nama yang terukir pasti di hatiku. aku sudah mencoba membuka hatiku. berhasil. namun hasil pahatannya tidak sesempurna nama mu di hatiku. namamu begitu dalam terukir.
jika ada, bagian dalam diriku yang sudah melupakanmu, masih ada sejuta dalam diriku yang mengingatmu.
mengingatmu berarti mengingat kenangan kita. walaupun semua itu sudah berlalu, aku tetap tersenyum jika mengingatnya. aku senang karena pernah menjadi bagian dalam kenangan itu.
terimakasih buat semuanya.
Monday, August 13, 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment