Serasa Sepeerti Balon Yang Di
terbangkan Jauh sekali,namun,saat kita diaatas,Orang Yang sangat kita cintai
Meletuskannya hingga Berkeping-keping. Sama seperti Hatiku,aku mungkin sudah
Terbang Terlalu jauh,Hingga dia yang menghancurkannya hingga Berkeping-keping
yang begitu Menyakitkan.
Awalnya,hubungan aku dan dia baik-baik
saja. Kami layaknya dua orang sahabat yang saling menyayangi. Namun,disaat
menjelang perpisahan sekolah,ada Rasa yang timbul,lebih tepatnya Rasa Cinta.
Perpisahan itu begitu menyedihkan
untuk aku dan Dia. Saat kami sudah berbeda sekolah,Rasa itu tertera dengan
Jelas. Terlihat sekali aku dan dia sama-sama mempunyai Rasa.
Waktu terus berjalan,kami sempat
Bermusuhan,hanya Karna sebuah masalah Sepele. Mungkin karna Ke Egoisan kami
yang sama-sama besar.
Namun,sahabatku,Menyatukan kami
dengan caranya. Akhirnya,dia meminta maaf duluan Terhadapku. Aku dengan senang
hati menerimanya. Dan aku mengaku,kalau aku tak tahan dengan Permusuhan itu. Aku
tak bisa jauh darinya. Aku mulai menyadari,dia telah masuk kedalam diriku. Dan
menjadi sebagian jiwaku.
Kami Mulai lagi dengan yang
baik,bahkan,aku dan dia pernah ketemuan,dan Jalan Bareng. Dan,kalau kami
bertemu disaat Reuni,kami sering Lirik-Lirikkan. Pandangan matanya begitu
dalam.
Saat semester 2 akhir tahun,dia mulai menjauh
dariku. Dia cuek,jutek,dan tidak peduli. Aku benar-benar sedih akan hal itu.
Aku berusaha bersabar. Aku sudah beberapa kali mengutarakan Ketidak enakan akan
sikapnya,namun dia Seperti tidak peduli. Malahan,dia sempat bilang “terserah Lo
mau nganggepnya gimana,gue apa adanya aja…” aku bisa terima itu. Namun,aku
benar-benar kehilangan kesabaran. Untungnya saat itu masih bisa ditahan.
Kelas berikutnya aku Mendaftar
Les. Ternyata dia juga les di tempat yang sama. Mamaku menyarankan memilih jam
malam,dan aku setuju-setuju saja. Ternyata aku dan dia satu kelas di tempat
les.
Saat Liburan Kenaikan Kelas,aku
dan dia makin jarang Berbicara. Aku juga mulai terbiasa. Hingga,ada seseorang
yang juga sangat ku sayangi selain dia,dia menyatakan Rasanya. Dia Ingin aku
Menjadi Pacarnya. Aku terima. Tak tau kenapa,aku tak mau terjatuh terlalu lama.
Dan apa salahnya Aku mencoba? Rasa untuk Dia mulai Tertutup,dan itu bukan
berarti hilang.
Aku mulai mencoba. Dan aku
bahagia. Sampai akhirnya,tahun ajaran Baru dimulai. Aku menjalani sekolahku
seperti biasa.
Saat pertemuan pertama di Tempat
Les,aku begitu senang. Aku bertemu dengannya. Namun,tak tahu kenapa… aku tak
terlalu bahagia juga. Dia terlihat berbeda. Dan tidak sekalipun
Melirikku,*sepengetahuanku*
Disaat pertemuan kedua,masalah
itu mulai datang. Saat tengah-tengah pelajaran,Kakak Tentor yang mengajar
bertanya padaku “kamu dulunya satu sekolah sama dia ya?” kata Kakak Tentor itu.
Dan,tanpa dikomando,tanpa
diminta,dan,diluar Kesadaranku, aku Menjawabnya “iya kak,satu sekolah. Tapi
saya ngerasa nggak kenal” tapi,nada nya tidak terlalu serius. Salah satu
Temanku yang juga sahabatnya bilang “wah dalem banget Lu…”
Seketika itu,aku langsung merasa
Bersalah. Aku serasa Jatuh kembali ke alam sadarku.
Beberapa hari kemudian,aku
mencoba untuk menyapanya,disaat ada sahabatku,yang dulu menyatukan aku dengan
dia saat Permusuhan sebelumnya.
Tak diduga,dia menjawab “ini
siapa ya?”
Aku benar-benar kaget mendengar
jawabannya. Awalnya aku memang tidak memberi tahu Namaku,aku mencoba
menerka-nerka. Dan aku baru mengerti,dia mungkin balas dendam,dia mungkin
merasa tidak terima waktu aku “pura-pura Nggak mengenalnya” saat di tempat Les.
Aku mulai berfikir,apa aku yang
terlalu Jahat dengan secara tak lansung Menusuknya dengan kata-kataku,atau,memang
dia yang terlalu Sensitive. Tak bisa dipastikan. Aku sendiri hingga saat ini
belum minta maaf sama dia. *gimana mau minta maaf kalau nggak di kenalin?*
Saat pertemuan Keberapa,yang aku
tidak Hafal,kami Ditempatkan di ruangan yang ada jendela menghadap jalan Raya.
Dari situ aku bisa melihat Pantulan bayangannya. Aku baru menyadari,sesekali ia
memang melirikku. Aku sempat terkejut,namun ada perasaan senang di hatiku.
Saat itu,aku melihat dia dari
samping,dan bagai dibanting dari ketinggian,mukanya dia dengan pacarku saat ini
sangat mirip. SANGAT MIRIP! Aku benar-benar baru menyadarinya. Dalam kata
lain,saat itu aku benar-benar “Nyesek” rasanya seluruh beban yang selama ini
kutanggung dan kutahan telah jatuh menimpaku.
Hari berlalu….,hari ini,9811, aku
Les. Bertemu dengannya. Dia masih memakai seragam. Dia dateng sedikit telat.
Bangku didepanku kosong,dan hanya tinggal itu satu satunya tempat yang
kosong,dan,aku yakin dia yang “memakai” kursi itu. Dugaanku benar,dia memakai
kursi itu,bukan menempatinya disitu.
Dia menggeser kursinya itu.ada
perasaan tidak senang muncul,karena sejujurnya aku berharap dia duduk
didepanku. Pelajaran berlangsung. Saat pelajaran,dia sering melirik kebelakang.
Aku juga jujur saja sering meliriknya. Aku merasa mengulang beberapa tahun
lalu.
Saat pelajaran sedang
berlangsung,dia Menatapku sebentar,tepat disaat aku juga Sedang meliriknya.
Dalam kata lain,mataku dan matanya Bertabrakan. Aku benar-benar merasakan
sesuatu didalam tubuhku. Aku merasakan,Rasa yang dulu ada,dan sempat tersimpan
dalam-dalam,kini terbuka kembali. Aku
tak tahu bagaimana hari hariku selanjutnya nanti. Aku berharap yang terbaik.
Hari ini,13811 aku buka Facebook.
Aku menulis sesuatu di group untuk acara Reuni sambil buka puasa. Aku melihat
Wall ku yang ku kirim beberapa waktu lalu,banyak yang Coment. Terutama Musuh
besarku,dia marah-marah,dia membicarakanku bersama Dia. Mereka seperti tidak
mau aku dateng ke acara BukBer. Aku benar benar tak mengerti. Toh siapa juga
yang mau bertemu mereka? Aku nggak peduli sama Musuh besarku,dan aku juga sudah
merasa cukup bertemu Dia di tempat Les.
Saat ini aku benar benar
berfikir,Dia benar-benar membenciku. Dan aku percaya itu. Dan,aku sangat
pesimis akan kepercayaanku bersatu lagi sama dia.
Tapi,aku ingat akan satu hal.
Kalau dia membenciku,aku bisa mendapat
satu kepastian yang “Pasti” nanti aku dapatkan. Ya,tak ada yang tau. Tinggal
menunggu waktu. Karena waktu yang akan membuktikannya.
“kalo
kita jatuh cinta sama orang yang salah,pasti kita akan sakit hati. Tapi kalo
kita ketemu dengan orang yang tepat dan memiliki perasaan yang sama dengan
kita,dijamin kita akan bahagia. Dan kebahagiaan itu lebih dari apa yang kita
bayangkan. Cinta itu datang dengan sendirinya. Tidak perlu kita cari,kejar,dan
sebagainya”
“Cinta
pada pandangan pertama tidak selalu menjadi tolak ukur perasaan cinta yang
sebenarnya. Karena arti cinta yang sebenarnya tidak diukur dalam pandangan
pertama. Tapi itu tergantung hatimu. Jika kau ingin menggapai cinta yang
sempurna,ikutilah kata hatimu yang paling dalam.”
“cinta
sejati itu mendengar apa yang tidak dikatakan,mengerti apa yang tidak
dijelaskan,dan merasakan keindahan suatu hubungan atas dasar kasih. Sebab cinta
tidak datang dari bibir atau pikiran,melainkan dari hati danTindakan nyata. Tapi kamu harus tau satu hal,cinta
sejati tidak harus memilikinya,tapi juga membiarkan ia bahagia,walaupun kau
tersakiti.”
Aku tau aku salah. Aku tau aku mempunyai kesalahan yang
sangat banyak sama dia. Tapi,kalau aku berfikir egois, pasti aku juga akan
memberikan pernyataan dan pertanyaan yang sama “apakah dia sendiri Nggak ada
salah sama aku? Sepertinya dia juga menyakitiku. Sangat malah”
Untuk saat ini,aku benar-benar Angkat tangan untuk hal ini.
Dia benar-benar tak mau menghubungiku. Dia benar-benar bukan “dia” yang
kukenal.
Hari ini,Tanggal 6911. Aku melihat film di SCTV,Judulnya
Mondy&Rumy. Kisahnya mirip sekali dengan Kisah ku dan dia. Disaat Film
berakhir,aku menangis. Ya,AKU MENANGIS KARENA FILM. Benar benar diluar
kebiasaan ku. Tapi aku tau satu hal,itu membuatku Teringat Dia,yang beberapa
waktu ini tak ku ingat-ingat.
Selanjutnya,Tanggal 8911. Hari ini Les pertama setelah
Liburan Lebaran. Aku sms-an dengan teman sesama les,yang juga temennya si
“Dia”.
Kata temanku itu,Dia nggak masuk.aku santai-santai aja. Aku
malah berharap dia nggak masuk,Dikarenakan 2 hari yang lalu aku habis teringat
dan menangis gara-gara Dia.
Tapi,tak diduga. Tiba-tiba aku mendengar suaranya. Ini
benar-benar menyebabkan aku sebal setengah Hidup,Alias Setengah Mati.
“kenapa dia mesti masuk sih? Gue kirain mati” Batinku. Aku
langsung menelfon sahabatku,karena Tentor belum masuk Kelas.
“Eh,Masa Voldemort*sebutan untuk Dia* masuk coba! Ih! Benci
banget gue! Kirain Mati,Atau Kecebur Got gitu! Gue lagi tenang-tenang baca buku
tiba-tiba ada suaranya… ih! Gakbisa Liat orang tenang apa…..!”Cerocos ku.
Sahabatku tanpa di komando malah menertawaiku.
“Kamu tuh Lucu ya! Giliran lagi Suka,Dipuji-puji,Giliran
Sedih Di tangisin,Giliran Sebel bin Kesel,Di sumpah-sumpahin… emang dasar ya..”Katanya.
“itulah Cinta…..bikin Mabok!”Jawabku.
“tuh tau…..”Jawabnya lagi.
“ih,udah ah,thanks mau dengerin. Byeee”Kataku seraya
mematikan telfon.
Ada benernya juga kata-kata sahabatku. Cinta emang bikin
Mabok.
Tentor memasuki kelas. Pelajaran berlangsung dengan baik.
Hanya saja,anak-anaknya Rusuh dan berisik. Untung Tentorku sabar. Di tengah
pelajaran,aku baru menyadari satu hal,Selama ini dia “selalu” menyindir ku.
Seperti ;
“Kalo ketawa mah gak usah ditahan,ntar kentut”
“idih Ketawa sendiri coba..”
Dan berbagai macam lagi yang tak kuingat. Entah apa
maksudnya. Sudahlah… biar waktu yang menentukan semua ini.
“Ya tuhan,bisakah aku melupakannya?”
Aku benar-benar berniat untuk melupakannya. 99% hatiku sudah
mau dan bisa melupakannya. Tapi 1% yang sangat kuat,aku tak mampu melupakannya.
Tapi aku harus buktikan,aku bisa tak terus terpuruk. Semoga saja.
Hari ini aku benar-benar Galau. Aku menyadari satu hal,dulu
aku menyukai kakak kelasku saat awal MOS. Tapi,sepertinya dia biasa-biasa saja.
Sampai akhirnya,aku ikut OSIS,dan,aku dan kakak kelasku itu satu kelompok Sesi
DISLING(disiplin Lingkungan). Kami mulai dekat. Hingga waktu berlalu,aku pasrah
untuk mendapatkan dia. Namun sekarang,kakak kelasku itu menyukaiku. Yang aku
pertanyakan, “disaat aku menyukainya,dia tak memiliki rasa yang sama
terhadapku. Disaat rasa itu telah pudar,dan aku telah menjadi milik orang
lain,Kenapa dia malah menyukaiku?” ya ampun…..
Waktu terus berjalan. Di tempat les tak jarang aku Cekcok
dengan Dia. Dan disekolah,Pacarku berubah. Entah mengapa.
“Cinta itu Tanpa
alasan. Cinta itu,Kita bahagia melihat dia bahagia,walaupun itu menyakitkan
untuk kita. Cinta itu bakal kabur dan lari. Cinta itu Indah. Cinta itu merubah
hal-hal Negatif menjadi Positif. Cinta bisa Hilang kalau tak dirawat.Cinta bisa
bicara dari hati-ke hati. Cinta bisa menciptakkan Susuatu yang nyata. Cinta
datang sendiri,dan tak harus di tunggu. Cinta itu,kejujuran yang utama. Cinta
harus berjanji. Cinta butuh Pengertian. Cinta adalah satu-satunya bunga yang
tumbuh tanpa bantuan musim. Cinta takkan terbagi. Cinta takkan berbohong. Cinta
membuat kita percaya pada apapun yang tak terlihat. Orang yang tak pernah
merasakan cinta takkan pernah merasakan keindahannya. Cinta itu hanya butuh
kejujuran,kesetiaan,dan pengertian. Cinta adalah belajar bersabar. Cinta itu
tak memaksakan. Nta tak pernah meninggalkan,cinta tak pernah membuat mu
sendiri. Staus tak pernah menjadi penghalang jika cinta datang. Cinta tak
pernah mengetahui kedalamannya sendiri,sampai saat perpisahan. Cinta adalah
pembelajaran. Belajar untuk Menerima,belajar arti kehilangan,belajar utnuk
Kuat. Cinta takkan bisa dihadang siapapun Juga.”
2 pertemuan les terakhir ini aku tidak bertemu dia. Yang
pertama,katanya dia nonton Bola,dan itu memang kebiasaannya. Kalau yang
kedua,aku tak tau. Rasanya setiap les
nggak ada dia rasanya benar-benar berbeda.
Akhir-akhir ini aku mendapat sebutan dari dia,”Dobleh” entah
apa maksudnya. Aku juga balik memberinya sebutan “memble”
151111.malam ini aku les. Dia dateng hampir telat.
Penampilannya berbeda. Entah mengapa,sejak awal dia selalu melirikku.
Pokoknya,malam ini aku dan dia saling melirik.
Saat menunggu bel pulang,ada salah satu temanku yang
iseng,mematikan lampu kelas. Aku spontan berteriak. Tiba-tiba,di dalam
kegelapan,dia mengikuti suaraku yang lagi serak,dan tersenyum sedikit tertawa
kepadaku. Dan! GOD! DAMN!! Aku terpaku melihatnya. Rasa itu kembali datang! Aku
tak mengerti apa maksudnya. Ya allah… bolehkah aku mengembalikan rasa ini?
This feeling is back to my life….
Meminta untuk dilupakan dan meminta untuk tak saling kenal.
Terkesan seperti permintaan yang mudah.
Namun untukku,itu bukan permintaan sekedar permintaan. Itu bencana.
Ya,Dia memintaku untuk melupakan semua yang pernah
terjadi,dan gak saling kenal.
Haha. Dia kira itu mudah apa?
Okelah,aku turutin permintaannya.
Sebenarnya aku pingin banget bilang sama dia “bisa nggak sih
kita mulai ini dari awal?” namun rasanya nyaliku belum terkumpul dan entah
kapan terkumpul. Biar bagaimana pun,aku nggak mau punya musuh. Apalagi seperti
dia. Sabar……
Sepertinya aku tau satu fakta.
Entah bagaimana. Rasanya,aku masih menyimpan sesuatu yang tak
bisa kuterjemahkan di hati ini untuk dia. Padahal aku sudah memiliki pacar. Aku
tak mengerti.
Now I am galauging J
3412 aku putus dengan pacarku. Aku lelah. Hatiku sudah cukup
untuk menahan rasa sakit yang sering ku pendam. Aku berusaha tak memikirkan
Mantanku itu.
Ke esokan harinya, aku
mencoba minta maaf kepadanya. Ia tetap bilang “Lupain aja gue susah amet” ya
ampun! Ingin sekali rasanya ku jawab “iya, sangat sangat susah! Tak seperti
yang kau bayangkan! Kau itu memori terberat yang harus ku hapus”
Dia juga sempat bilang “Gue maunya lu lupain gue. Supaya
nggak jadi beban”
Huft. Beban? Dia itu emang sok tau! Justru itu bakal jadi
beban, kalau aku harus melupakan dia.
Aku dengan sengaja bilang, kalau aku sudah putus dengan
pacarku. Dan respon dia “Kenapa curhat lu?”
Aku hanya diam. Aku ingin tau reaksinya dia setelah aku
putus. Apakah benar, bahwa praduga dia marah pada ku karena aku punya pacar.
Aku tak tau.
Kamis, 5412 di tempat les. Aku les seperti biasa. Aku dan dia
masih sering saling menatap. Aku mencoba tersenyum. Namun sepertinya ia belum
merespon itu. Saat pulang, aku pulang duluan. Tak berselang beberapa lama,
sahabatku mengirimiku sebuah sms. Ia bilang.
“La, ‘dia’ daftar kelas selanjutnya bareng kita kita. Gajadi
pisah” aku seneng bukan kepalang! Ini hasilnya…!
Aku jadi ingat, dulu ia pernah berkata pada sahabatku, ia
nggak mau sekelas denganku di Kelas berikutnya. Aku berharap, aku dan dia
semakin baik. Aku nggak minta banyak. Hanya ingin seperti dulu. Ingin melihat
tawanya, senyumnya. Itu lebih dari cukup.
Setelah lama tak melihatnya, kini aku merindukan dia.
Walaupun aku hanya bisa menatapnya dari balik punggung temanku, walaupun aku hanya
bisa menatapnya dari ekor mataku, walaupun aku hanya bisa melihatnya sekilas,
aku berharap suatu saat semua akan berubah menjadi lebih baik.
Liburan kali ini terasa berbeda. Nggak ada pacar, nggak ada
yang bisa di ajak sms an, Bbm an. Yah walaupun Not bad juga. Aku rindu dia.
Hanya itu.
Aku rindu dia yang dulu. Aku rindu tertawa bersama nya. Aku
rindu bercanda bersama nya. Aku rindu perhatiannya. Aku rindu tentang segala
sesuatu dengannya. Namun di balik semua ini. Aku takut. Aku takut untuk mengatakan.
Karena aku tau, aku hanya bulan yang merindukan langit. Matahari yang menunggu
padam. Tak akan pernah terjadi. Ia sudah menutup hati dan dirinya. Bahkan
mungkin ia tak ingin satu jengkal pun aku mendekatinya.
Di balik semua kuatnya aku menghindarinya, dibalik diam nya
aku terhadap dia, dibalik senyumku, aku tau aku masih sedikit mencintainya. Aku
juga merindukan canda tawanya.
0 comments:
Post a Comment