Kini bernafas pun lelah rasanya
Kepalaku bagai di pukuli godam pilu
Mungkin kah aku kurang bersyukur atas nikmatmu?
Aku mengerti tuhan,
Sakit ini untuk menghapus dosa dosa ku yang terlampau banyak
Untuk setiap detik dan detak jantungku yang tebuang percuma
Untuk helaan nafasku yang tak berguna
Tuhan, namun ini sakit
Sakit yang menggores sesak di dada
Betapa nikmatnya setiap nafasku yang tak terbatas
Kini hanya perlahan, setiap nafasku menimbulkan nyeri di kepalaku
Sakit, aku sakit
Aku tak berdaya
Hanya engkau tuhan, satu satunya yang mengerti
Hanya engkau tuhan, satu satunya teman yang paham akan sakitku
Karena ini sakitku, bukan mereka

0 comments:
Post a Comment