Pada akhirnya diapun menyerah. Menyerah pada kenyataan bahwa kita tidak bisa lagi bersama. Pada akhirnya dia kubuat lelah dengan segalanya. Namun ia masih mencintaiku. Memang aku yang jahat dari awal tidak bisa memberikan perasaanku sepenuhnya.
Jika kini dia menyerah, pada rasa yang sudah aku pasrahkan lebih dahulu. Aku menyerah. Aku tidak bisa berpura-pura lagi. Aku tidak bisa terus-terusan berjuang pada sesuatu yang tidak ingin aku perjuangkan.
Kini saat ia mempertanyakan keputusannya sendiri, aku harus bagaimana?
Haruskah aku benar-benar memberitahunya tentang kenyataan hatiku? Bagaimana jika ia meminta kesempatan kedua?
Padahal kesempatan kedua untuknya bahkan tak pernah sekalipun terpikirkan olehku.
Tuhan, bagaimana memberi tahunya tanpa harus menyakitinya?
aku yang salah
tidak jujur sepenuhnya pada rasa
aku yang salah
mencari kesempatan hingga ia lelah
hingga ia menyerah
Monday, October 24, 2016
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment