Sunday, October 2, 2016

Cinta itu memilih, bukan dipilih

Pernahkah kamu merasa kamu hilang di tengah pilihan yg kamu ambil sendiri?
Aku menyayanginya. But why it doesn't feel right? He's perfect. But this is just not how love was work.
Mencintai dan dicintai. Dahulu mencintai telah menyakitiku berkali kali hingga membuat ku jera dan tak pernah percaya cinta lagi. Mencintai memberiku luka bertubi-tubi dengan 3 orang berurutan.
Lalu aku berharap ada seseorang yang mencintaiku sebesar aku mencintai orang lain itu. Then, carefull with what you wish for.
Ya aku kini tau rasanya dicintai sebesar itu. Aku tau rasanya di jaga dan di sayang seperti itu.
Namun ada lubang menganga yang menanti jawab. Ada harapan akan sesuatu yg lain. Ada rasa aneh yang menggelayut.

Mencintai dan dicintai bukan sesuatu yang harus di pilih atau didapat salah satu. Mencintai dan dicintai adalah hal sepaket yang tidak bisa dipisah. Walau jika memang harus memilih, rasanya mencintai lebih baik. Karena kita bisa mengontrol apa dan siapa yang mau kita cintai.
Sebaliknya, dicintai memang terdengar indah. Tapi nyatanya jika kau di cintai dan tidak mencintai sebesar itu, akan membuat luka itu semakin menganga. Ada kekosongan yang mengupas asa.
Iya cinta, namun dicintai adalah kontrol orang lain akan hati dan perasaannya untuk kita. Bukan hal yang bisa kita tolak.


0 comments:

Post a Comment

 
P.s this is what I've been Thinking... Blogger Template by Ipietoon Blogger Template