Thursday, October 13, 2016

Over-Thingking (2)

Ada dua topik yang terus-terusan menyangkut di kepalaku akhir-akhir ini.

Tentang dicintai yang ternyata tak sesuai ekspektasi. Tentang dicintai yang ternyata tidak lebih baik dari mencintai. Namun manusia memang tidak pernah bersyukur. Selalu ingin lebih dan lebih. Tentang berusaha mengerti seseorang yang tidak ingin di mengerti. Tentang kesabaran bertahan yang sudah mulai terkikis. Kesabaranku bukan plastik yang awet tidak hilang didalam tanah. Kesabaranku bukan fleksibilitas yang bisa kau tarik dan ulur sesukamu. Mungkin kau juga  mencoba bertahan denganku. Namun apakah kita harus terus-terusan mencoba bertahan pada sesuatu yang nantinya akan kita ketahui? Bagaimana jika bertahan kita hanya berujung sia-sia dan berujung pada membenci satu sama lain? Ironis bagaimana cinta membawa kita, menyatukan kita, dan mematikan kita saat itu juga. Aku bahkan tak tau lagi apakah masih ada cinta diantara kita.

Lalu, Pada sebuah rasa kagum yang telah lama hinggap. Hingga membesar, membesar, menjadi nyata. Pada sebuah rasa kagum yang kini telah melebihi kata kagum itu sendiri. Masihkah ini pantas di sebut kagum semata? Kagum kah ini, jika aku sudah mulai memikirkannya terus menerus, memunculkan getar-getar tersendiri di hati saat bersamamu, bahagia akan hadirnya. Itukah kagum? apa aku sudah melewati batas kagum itu?
 Tapi aku sadar. he's absolutely out of reach.

0 comments:

Post a Comment

 
P.s this is what I've been Thinking... Blogger Template by Ipietoon Blogger Template