Yogyakarta, 24 Desember 2017
Malam berganti, menjelang pagi yang siap untuk dijalani. Hari ini kita sama-sama pulang ke asal perantauan. Kamu ke Magetan sana, aku kembali ke dunia hingar bingarku di Jakarta. Jujur, ada rasa takut akan jarak yang sudah siap memisahkan kita pagi ini. Ada rasa bahagia tentu karena akhirnya aku pulang. Namun ada rasa lara yang tercipta karena jarak yang membentang jauhnya selama 6 minggu kedepan. Tidak apa, aku yakin aku kuat. Namun aku tak yakin rindu bisa menahan selama itu. Oh, baru berpisah dini hari tadi pun aku terbangun merindukanmu.
Kau tau? kau adalah pulang yang selalu aku nanti kembalinya. Karena aku tau, kau juga rumahku. Kita adalah sebuah pulang yang dinanti pula untuk sebuah genggaman dinginmu dan hangat pelukmu yang menjagaku. Cinta memang akan terasa sangat-sangat indah saat kau bertemu dengan orang yang tepat.
Aku juga mau berterimakasih padanya, yang menemaniku di semester ini. Enam bulanku terasa sangatlah cepat dan sangat membahagiakan. Mungkin memang bukan hanya dia, banyak orang-orang dan hal lainnya yang memberiku kebahagiaan tiada tara. Namun dengannya, aku tau aku akan selalu dilingkari kebahagiaan. Semoga kita adalah pulang yang dinanti kembalinya. Semoga akan selalu ada semester-semester dan tahun tahun berikutnya bersamamu. Denganmu, semuanya terasa nyata dan tepat.
Tidak apa kini jarak memberikan waktunya untuk kita berdua. Aku percaya kita lebih dari ini, dan kita lebih kuat daripada jarak 629,9 km yang melintang diantara kita. Selamat pulang, bahagiaku.
Saturday, December 23, 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment