In the end, everything falling
apart doesn’t it?
People said
that sometimes we don’t know what is going on and what happen. It’s suck to
write something that you need to write the monologue and prologue first. It’s
just suck. So here it is.
Hatiku
sakit. Lagi-lagi kembali pada fase ini setelah sekian lama. Mungkin ini memang
waktunya bagiku untuk kembali bertemu sang luka. Tidak mungkin pula bahagia
bertahan lama tanpa ada sakit kan?
Sudah
7 bulan lebih hingga 3 maret 2018 kemarin. Bahagiaku yang kurasa akan lama
bertahan. Aku mungkin memang tidak akan
bisa menahannya lebih lama dari takdir yang sudah menjadwalkannya. Tuhkan, aku
kembali berbicara terlalu banyak. Dai kemarin minta berhenti memberiku bahagia.
Disaat aku sudah benar-benar merasa aku membutuhkan dia. Kenapa dan? Aku sadar,
akhir-akhir ini memang kita jarang ketemu, minim komunikasi, aku yang terlalu
mudah merindu dan kamu dengan cuekmu. Hingga pada akhirnya tadi malam kamu
menyerah.
Tapi aku belum mau menyerah dan.
Tidak pada hubungan kita.
Kamu bilang semua akan baik baik
saja. Kamu bilang kita akan tetap begini layaknya dua orang teman. Kamu bilang
kamu ingin tetap ada di dekatku. Namun aku tidak yakin aku bisa, berada di
dekatmu, masih menyimpan sayang ku untukmu. Sedangnkan kita tau kita berdua
hanya potongan hati yang rusak. Lebih tepatnya, aku yang hanya potongan hati
yang rusak dan semakin rusak.
Tidak, sejauh ini aku tidak marah
pada kenyataan bahwa kau menyerah dan melepaskanku. Aku marah pada diriku
sendiri untuk tidak bisa mengertimu lebih. Aku marah pada diriku sendiri atas
perasaan yang kadang sepi dan menyesakkan hingga kita tak mampu jujur untuk
merasakan perasaan satu sama lain. aku tidak tau nanti akan bagaimana. Rabu
bukan kita akan bertemu? Aku tak tau nanti akan seperti apa.
Yang pasti, aku akan memberitahumu
hal ini.
Bahwa aku masih mencintaimu, masih
menyayangimu sepenuh hatiku. Mungkin kita memang bukan dua orang yang sama sama
baik untuk mencinta. Namun aku percaya, denganmu aku bisa menjadi seseorang
yang paling tidak jauh lebih baik dari sebelumnya. Aku sadar ada banyak pikiran
dan perasaan yang belum tersampaikan. Marah, sedih, kecewa, dan hal lainnya.
aku ingin kamu tau, aku tidak akan menyerah. Tidak disaat yang aku tau kita
hanya butuh bicara dan memperbaiki hubungan kita. Aku tidak akan menyerah pada
seseorang yang memberiku banyak kebahagiaan dan membuatku selalu bersyukur.
Tapi dan, apapun nantinya. Semoga
aku akan selalu bisa memafkaanmu. Semoga aku akan selalu bisa melihatmu dengan
ikhlas. Semoga aku mampu untuk menganggapmu sebagai seorang temanku, walau
hatiku nyeri sakit dan berdenyut. Kamu adalah bahagiaku. Kamu adalah seseorang
yang pernah memberi warna di masa kuliahku, menghapus segala sedih dan
membuatku paham artinya memaafkan masa lalu. Jika memang nanti kau harus
menjadi bagian dari masa lalu itu, biarkan aku tetap mencintaimu dan
mengingatmu sebagai seseorang yang pernah berharga dan menjadi prioritasku.
Tidak, aku tidak menyerah. Hanya mencoba ikhlas bahwa kau pernah melepasku
lebih dulu dan tidak menginginkanku sebesar aku menginginkanmu.
Terimakasih.
0 comments:
Post a Comment