Baru baru ini lagi nontonin
sebuah episode dari Youtube Channel nya Space. Judul series nya [KENAPA BELUM
NIKAH?]
Awalnya nonton ini karena salah
seorang temen kosan ku yang memberikan rekomendasi. Sedangkan aku adalah tipe
orang yang nggak mudah untuk dikasih rekomendasi dan terbawa keinginan orang,
aku Cuma nanya-nanya awalnya tentang series tersebut.
“itu soal apa sih?” karena
sejujurnya, aku sudah lama melihat series itu di Youtube, Cuma memang belum ada
keinginan untuk nonton.
Setelah sekar –teman kosan gue-
menjelaskan panjang lebar mengenai series tersebut, akhirnya gue pun tertarik.
Karena menurut gue, ceritanya unik dan nggak monoton di tiap episodenya. So,
why not try to watch it?
Dalam semalam, gue langsung
menghabiskan semua episode nya sampai yang paling terakhir, yaitu episode 9.
Dari 9 episode yang aku putar,
menurut gue ada satu episode yang paling menyedihkan (iya karena paling relate sama gue), episode 5. Dalam
episode 5, pemainnya adalah Karina Nadila dan Nino Fernandez, memerankan Tokoh
Kana dan Angga. Dua rekan kerja yang sangat dekat satu sama lain, yang ternyata
sebenarnya sama-sama menyukai satu sama lain namun tidak pernah bisa
mengungkapkan perasaannya. Hingga akhirnya di akhir cerita, Kana harus
merelakan Angga menikah dengan temannya- Rena.
Familiar?
Banget sih.
It hurts to ket go someone that
means the world to you, but it’s his happiness, you can’t take away that one.
So you have to let go. Nangis sejadi-jadnya.
Tapi, bukan itu yang mau gue
bahas di tulisan ini...
Gila ya intro tulisannya udah
panjang banget padahal, hahaha.
Ada satu episode, episode 6 yang
bener-bener “ngena” buat gue. Awalnya karena sebuah closing line dari pemeran cowonya, “Dan gue pun sadar, untuk mendapatkan cinta yang gue mau, gue harus
settle dulu. Gue harus merasa utuh. Karena gue nggak akan bisa mendapatkan
cinta yang sempurna kalau gue sendiri belum utuh”
Damn
That words means a lot to me.
Bagaimana bisa gue mengharapkan pasangan yang sempurna kalau bahkan, gue
sendiri belum utuh? Masih merasa kurang, masih merasa harus memiliki ini itu,
dan lain sebagainya.
Mungkin untuk beberapa orang,
akan mikir “Justru itu gunanya pasangan, untuk saling memenuhi dan melengkapi”
Well, in my case, gue bukan tipe
orang seperti itu. Yang harus meminta orang lain untuk memenuhi keinginan gue,
“keutuhan” gue itu ya harus dari gue sendiri. Yang dibilang dapat melengkapi,
gue rasa itu secara batin dan lahiriah, dan pshycally completed with other
half. Tapi, menurut gue, materil dasar gue sendiri pun harus utuh karena adanya
gue, bukan orang lain.
Dan menurut gue, itu adalah
alasan terbaik yang harus gue pikirkan, dan beberapa orang pikirkan, sebelum
memutuskan untuk menikah. Lo harus merasa utuh dulu, harus settle sendiri, baru
lo bisa Settle Down with someone else.
No, gue bukan tipe wanita karir
amat kok. Ya, mendekati sih.
Tapi gue tipe wanita mandiri yang
banyak maunya. Gue harus bisa memenuhi keinginan diri gue sendiri, mencapai
keinginan-keinginan gue sendiri, tanpa orang lain, sebelum akhirnya gue
memutuskan untuk bersama oranglain nantinya.
Materiil memang kesannya
materialis banget, tapi gue sih nggak munafik. Gue pasti akan mencari suami
yang mampu membiayai kehidupan rumah tangga (dalam arti gue dan anak anak
nanti). Tapi sebelum itu semua, tentunya gue juga harus bisa membiayai diri gue
sendiri. Gue nggak masalah dengan harta
pasangan gue nantinya, yang penting kalau bisa cukup aja buat menopang sebuah
rumah tangga pada dasarnya. Karena kedepannya, yang menjadikan kita seperti
apa, adalah diri kita sendiri. Buat gue, mau seperti apa pasangan gue nantinya,
memang seharusnya kita sudah bisa settle. Jadi kita tidak merasa kurang, dari
segi apapun.
Gimana? Pusing bacanya?
Berarti mungkin pemikiran lo
masih belum sampai sini. Belom memikirkan sejauh pemikiran gue akan sebuah
kehidupan berpasangan.
But it’s okay, as always kok, gue
hanya mau menyampaikan pikiran yang ada di kepala gue aja.
So, thaknk you if you reading
this! J
Xx, L
0 comments:
Post a Comment