Well i don't know if i.'m gonna write about him again in this blog.
Untill today, untill last night.
Have you ever remember your dream last night clearly and so detail? like you can still feel the existence of him besides you. And i do, i still feel his breath through the air. I still feel the arm of him besides me, even though it's only just a dream.
I dream about you again last night, Ndri.
Entah setelah sekian purnama yang terlewati
Setelah sekian banyak cerita yang aku alami
Kamu hadir di mimpiku tadi malam
Setelah sekian lama, kini tiba-tiba kau hadir lagi
Saat dulu kamu masih di sekitarku, bahkan aku tak pernah sekalipun memimpikanmu dengan cara yang seperti ini, seperti tadi malam. Namun tadi malam kau hadir.
Kau duduk di sampingku. menggunakan baju hitam, dan kacamatamu.
Aku tak tau, itu cafe, restauran, atau kelas, atau kampus bahkan
-aku tak peduli-
kau terlalu dekat denganku.
Aku tak ingat dari mana asal pembicaraan nya, hingga kau tiba tiba berkata
"Gue udah lama suka sama lo"
"Gue tau gue harusnya ngomong ini dari dulu, tapi sekarang waktu yang tepat"
"Gue nunggu waktu yang tepat"
Tatapanmu, masih jelas terasa menembus mata ku dan memegang hatiku untuk sesaat.
Mungkin hanya sekilas,
hanya sebentar kau hadir di mimpiku.
Namun rasanya sangat nyata. Nyata sekali, hingga pagi ini aku terus-terusan mengatakan pada diriku, bahwa itu Hanya mimpi.
Hanya mimpi.
Ya, semoga saja hanya mimpi
Bukan alam bawah sadarku yang mencoba mengatakan pada ku bahwa aku masih ada rasa denganmu.
Aku harap bukan
Karena aku tak tau lagi, dan aku tak yakin akan bisa melewati hal itu lagi.
Cukup dahulu mencintaimu diam-diam selama 3 tahun.
Thursday, August 2, 2018
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment