diawali dengan bulan Januari, malam tahun baru 2015 aku di Jogja, jatuh sakit di saat orang lain merayakan tahun baru. Bulan Januari aku bertemu dengan dirinya, setalah hampir 2 tahun tidak bertemu, lucu rasanya bagaimana waktu bisa terasa lama, namun berjalan dengan sangat cepat.
Februari, tidak banyak cerita yang terjadi, hanya sederetan cerita yang menjadi abu-abu. Dan masih seperti sebelumnya, februari bulannya penuh cinta (valentine) namun lagi lagi aku sendiri:)
Maret, aku mempunyai banyak cerita dengan yang satu ini. Membuat proker besar pertama bersama anak anak OSIS di sekolah, hingga penguhujung bulan maret, aku mulai dekat dengannya. Banyak hari besar yang terjadi di bulan maret.
April, banyak sekali libur. hingga aku tak terlalu ingat apa saja yang aku lalui.
Mei, di bulan ini banyak sekali persiapan yang harus dijalani. Banyak pemilihan yang harus di pilih. Persiapan Ujian, persiapan Ulang tahunnya yang ku tunggu, persiapan pemilihan Pan-MOPDB. dan masih banyak lagi. Bulan ini, aku mengenal arti sahabat di masa SMA ku. Aku bisa membedakan dengan jelas, mana yang bagian dari sahabatku, mana yang hanya sekedar teman saat butuh saja.
Juni, waktunya merancang liburan. waktunya berlibur, waktunya banyak pertemuan karena puasa. Banyak ajakan bukber dan janji-janji Bukber yang harus diatur sedemikian rupa. Pada bulan ini, aku bertemu lagi denganmu, dan dengannya masa laluku. Dan pada titik itu aku menyadari sepenuhnya. Denganmu, aku telah melepas kaitan masa laluku. kini aku berani berjalan menyebrang ke masa depanku. karena aku tau ada kamu disana menungguku. Pada bulan ini pula aku belajar ikhlas, pada kehendak yang tak selalu berada di pihak ku, pada ingin yang tak selalu tergapai.
Lalu Juli, bulannya penuh berkah. Alhamdulillah aku masih bisa menemui lebaran tahun 2015. Bahagia, masih bisa mendapat THR walau umur bukan lagi masuk kategori. Di bulan ini pula aku sepenuhnya sadar, aku sudah harus mulai menata masa depanku dengan jelas, bukan lagi sekedar angan angan yang tak pasti. pada bulan ini aku menyadari, kamu mulai lepas dari genggamanku, Aku mulai kehilanganmu.
Agustus, oh, bulan terbaik yang selalu aku nanti tiap tahunnya. 17 tahun pada tanggal 7 Agustus 2015. Pada bulan ini aku bersyukur, aku dapat bertambah usia, dan aku sadar betul siapa saja orang orang yang ada di sekitarku. Aku menyadari begitu banyak orang yang peduli padaku, menyempatkan dirinya walau sebentar hanya untuk mengucapkan 'Selamat Ulang Tahun' kepadaku. Aku sangat bersyukur untuk hal ini. Pada bulan ini pun akhirnya aku mengakui perasaanku selama ini kepadamu, Akhirnya setelah hampir 4 Tahun menyembunyikan rasa, walaupun caramu menanggapinya bukan apa yang aku inginkan, setidaknya aku lega, aku mampu mengatakan yang sejujurnya padamu,
September, Oh, waktu berjalan dengan sangat cepat. sudah memasuki bulan ke-9. pada tanggal ke-12 bulan september, aku kehilangan salah satu adik kelas favoritku. Namanya Zain, aku tak akan pernah melupakan canda tawanya. aku juga tak pernah bisa berhenti menyalahkan diriku sendiri, betapa egoisnya aku tak mau sebentar saja menjenguknya. Atau bahkan hanya untuk menanyakan kabarnya pun aku tak bisa. Pada bulan ini, banyak duka yang terjadi. Banyak juga persiapan pergantian regenarasi OSIS. keluarga kedua ku di sekolah, tak terasa waktunya telah habis. Pada bulan ini aku mulai yakin, bahwa dirimu benar benar hilang. Berusaha melupakanmu tak pernah mudah untuk ku lalui. Lagi lagi pada bulan ini. aku bersinggungan dengan masa lalu ku. Aku mengucapkan selamat ulang tahun untuk dirinya yang dulu pernah menjadi bagian pada masa lalu ku.
Oktober, Sedih karena akhirnya aku harus melepaskan jabatan yang telah ku pegang setahun ini. Jabatan yang dulunya selalu ku banggakan, kini telah habis masanya.
pada bulan ini, Aku mulai menyukai sosok baru yang awalnya aku kira mirip denganmu. sosok yang mampu mengalihkan dunia ku sejenak dari kamu, sosok yang membuatku lupa sebentar akan sakit hati yang sedang aku lalui. Pada tanggal 28 Oktober 2015, dia mengantarkanku pulang kerumah. sepanjang perjalanan itu adalah kisah-kisah yang kita bagi untuk satu malam itu, kisah-kisah yang ku bagi dengannya. Dan malam itu aku percaya, tidak ada rasa yang tanpa alasan. Tidak ada cinta yang tidak mungkin.
November, lagi lagi bulan bahagia ku. 5-6 November, 2 hari penuh cerita dan modus ku, terlalu manis untuk di ceritakan. pada Bulan ini, aku mendapat teror di ask.fm. entah dari siapa, yeaa, pretty scare me enough. November, banyak ujian yang menanti untuk ku selesaikan. dan banyak pula keputusan berani yang harus aku ambil. pada bulan ini aku akhirnya membenci mantan ku. Bc he's an asshole. i should've done hate him since the begin.
Desember, tibalah pada penghujung bulan di tahun 2015. aku menutup 2015 dengan berbagai macam liburan.
14 Desember 2015. akhirnya aku mengetahuinya bukan, kebusukan yang selama ini kamu pendam, Akhirnya kau memilihnya. Pada akhirnya aku ini siapa? kau memilihnya ketimbang aku. siapa pula aku harus kau pilih kan? Desember adalah kelabu yang sama dengan september. Namun aku dengan cepat sadar menyadari, bahwa dia bukanlah segalanya. dia juga tidak sepantas itu untuk ku perjuangkan.
Bulan Desember, aku bermain bersama teman temanku. Menyadari betul, dia tidak ada artinya dengan semua kebahagiaan ini. Aku juga bertemu dengan teman ku dari Makassar yang sudah hampir 2 tahun tak bertemu. Dan pada bulan ini, aku menemukan lagi arti persahabatan dalam hidupku. menemukan lagi arti Sahabat.
Tutup tahun ku lewati di Bali dan Jogja bersama keluarga.
menceritakan 12 bulan ternyata hanya sesingkat itu, dan aku sangat berterimakasih untuk semua orang yang mengisi tahun 2015 ku dengan berbagai rasa. siapapun itu, Terimakasih atas satu tahun berharganya.

0 comments:
Post a Comment